Pertanian hidroponik semakin populer di Indonesia karena keterbatasan lahan akibat pertumbuhan penduduk, memungkinkan budidaya di area sempit dengan media air yang efisien. Penelitian ini merancang sistem hidroponik bayam merah berbasis IoT dengan nutrisi elektrolisis dan sumber energi hibrida dari PLN dan PLTS, dilengkapi Automatic Transfer Switch (ATS) yang secara otomatis mengalihkan pasokan listrik saat tegangan baterai turun di bawah 12,3 V atau melebihi 15,7 V. Sistem memantau pH, nutrisi, dan debit air secara real-time melalui Blynk. Biaya energi mencapai Rp2.544,07 per kWh, lebih tinggi dari tarif PLN, namun sebanding dengan efisiensi dan kemudahan pemantauan. Hasil uji menunjukkan pH meningkat lebih cepat saat elektrolisis dikombinasikan dengan nutrisi mix AB, sehingga diperlukan larutan penyeimbang untuk menjaga kestabilan pH. Kata kunci : Hidroponik, Nutrisi Elektrolisis, Energi Hibrida, PLTS, PLN.
Copyrights © 2025