Persaingan bisnis terus meningkat, terutama industri atap fibersemen. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya industri sejenis yang bermunculan. Untuk mempertahankan kelangsungan bisnisnya berbagai upaya perbaikan harus dilakukan oleh pelaku bisnis atap fibersemen, salah satunya adalah penerapan Lean Manufacturing. Penelitian ini dilakukan pada salah satu line mesin di industri atap fibersemen dengan stoppages/downtime mesinnya 4.45%, hal ini menjadi masalah besar terhadap hasil produksi. Perusahaan hanya memberikan batasan stoppages/downtime setiap mesin sebesar 2%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penyebab utama dari downtime mesin, kemudian menentukan tindakan perbaikan sebagai implementasi Tingkat Kesiapterapan Teknologi Level 8. Metode yang digunakan adalah DMAIC. DMAIC meliputi tahapan define, measure, analyze, improve dan control. Setelah diidentifikasi ternyata permasalahan menunjukkan bahwa proses pemotongan menggunakan water jet merupakan penyebab utama downtime. Tindakan perbaikan berupa penggantian sistem pemotongan menjadi circular saw. Hasil perbaikan ini dapat menurunkan downtime mesin sebesar 70% dari masalah utama yang sudah ditentukan.
Copyrights © 2025