Penyalahgunaan dan peredaran narkotika merupakan salah satu tantangan global yang berdampak serius terhadap stabilitas sosial, kesehatan masyarakat, dan keamanan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi interpersonal dalam efektivitas program rehabilitasi sosial bagi narapidana narkotika. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petugas pemasyarakatan, konselor rehabilitasi, dan narapidana peserta program. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan rehabilitasi sosial ditentukan oleh kualitas komunikasi interpersonal yang mencakup keterbukaan, empati, kesetaraan, sikap mendukung, dan sikap positif. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi yang efektif antara petugas dan narapidana berperan penting dalam membangun kepercayaan, memotivasi perubahan perilaku, dan mendukung pemulihan psikologis, sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan ketergantungan narkotika dan pencegahan residivisme
Copyrights © 2025