Dinamika geopolitik global saat ini menunjukkan kompleksitas persaingan sumber daya dan kekuatan strategis antarnegara besar, di mana gaya kepemimpinan para tokoh dunia memainkan peran penting dalam orientasi nasional dan doktrin pertahanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya kepemimpinan Donald Trump yang menekankan America First, kemandirian industri pertahanan, dan pengelolaan energi sebagai instrumen strategis, serta menilai implikasinya terhadap pengembangan doktrin pertahanan Indonesia yang berlandaskan Pancasila, nilai kejuangan TNI, dan visi Indonesia Emas 2045. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur, analisis kebijakan, dan teori kepemimpinan transformasional, adaptif, dan strategis militer, dilengkapi analisis doktrin pertahanan, logistik, energi, dan kesiapan multi-domain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian sumber daya, proteksionisme industri, dan kesiapan logistik yang menjadi ciri kepemimpinan Trump dapat diadaptasi untuk Indonesia, namun harus disesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila dan kejuangan TNI agar tetap inklusif, etis, dan berorientasi kesejahteraan rakyat. Rekomendasi strategis mencakup pembangunan industri pertahanan domestik, penguatan cadangan energi, pengembangan SDM dan teknologi, serta modernisasi doktrin multi-domain yang adaptif, mandiri, dan tanggap terhadap ancaman modern. Penerapan strategi ini diharapkan memperkuat kedaulatan nasional sekaligus mendukung pembangunan pertahanan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Copyrights © 2025