Kualitas tidur yang buruk merupakan salah satu masalah umum yang sering dialami oleh lansia, yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis mereka, kondisi ini membutuhkan perhatian yang serius. Buruknya kualitas tidur lansia disebabkan oleh meningkatnya potensi tidur, berkurangnya efisiensi tidur dan terbangun lebih awal karena proses penuaan. Pendekatan farmakologi biasanya menggunakan obat-obatan seperti benzodiazepin, obat sedatif-hipnotis yang memberikan efek cepat namun berbahaya jika digunakan dalam jangka panjang, sedangkan pendekatan nonfarmakologi untuk insomnia atau kesulitan tidur adalah aromaterapi, mandi air hangat, olahraga konsisten terapi medan magnet, terapi bekam, akupunktur dan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique Therapy (SEFT). Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) merupakan salah satu metode intervensi yang menggabungkan teknik penyadaran spiritual dengan stimulasi titik-titik energi pada tubuh untuk mengatasi gangguan emosional dan meningkatkan relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan terapi SEFT dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia.Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah lansia yang mengalami gangguan tidur sedang. Intervensi SEFT dilakukan selama 3 hari dalam waktu 15 menit dengan jumlah 15 responden . Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas tidur setelah dilakukan terapi SEFT, yang ditunjukkan oleh penurunan skor gangguan tidur dan peningkatan durasi serta kualitas tidur subjektif lansia. Dengan demikian, terapi SEFT dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang efektif dan mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur pada lansia.
Copyrights © 2025