Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi pendidikan inklusi di SD 06 Merau, wilayah perbatasan Entikong, Kalimantan Barat, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan mengacu pada Discrepancy Evaluation Model dari Provus, yang menilai kesenjangan antara standar kebijakan dan pelaksanaan nyata di lapangan. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru, dan siswa berkebutuhan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat implementasi pendidikan inklusi berada dalam kategori rendah-sedang, dengan rata-rata capaian indikator sebesar 46,3%. Kendala utama meliputi minimnya kebijakan operasional sekolah, keterbatasan guru pendamping khusus, aksesibilitas fisik yang tidak memadai, serta rendahnya partisipasi dalam pelatihan inklusi. Temuan ini merekomendasikan pentingnya sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, fasilitas inklusif, serta budaya sekolah yang ramah keberagaman untuk mewujudkan pendidikan inklusi yang adil dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025