kemanusiaan di media sosial, khususnya terkait konflik Palestina, cenderung reaktif dan kurang terencana, sehingga dampaknya tidak optimal. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi akun Instagram @handsfoundation.idn sebagai ruang advokasi perdamaian, dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Kami menggunakan teori Jan Servaes tentang media di wilayah konflik. Studi ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung, didukung oleh data sekunder dari literatur. Hasilnya, meskipun akun tersebut berhasil menciptakan konten yang relevan dan edukatif, ia kurang transparan mengenai peran mitra strategisnya. Kurangnya transparansi ini mengurangi akurasi, kredibilitas, dan kepercayaan publik. Kami menyimpulkan bahwa kampanye digital harus melampaui fokus emosional dan didukung oleh perencanaan matang, transparansi mitra, serta pelatihan staf yang memadai. Pesan harus disesuaikan dengan konteks lokal dan nilai-nilai kemanusiaan untuk mencapai tujuan perdamaian jangka panjang.
Copyrights © 2025