Latar Belakang : Pembelajaran berbasis inkuiri memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa pada berbagai jenjang pendidikan, baik melalui aktivitas penyelidikan langsung maupun integrasi teknologi digital dan AI. Namun demikian, perbedaan pendekatan seperti guided inquiry dan open inquiry, serta variasi media pembelajaran yang digunakan, menghasilkan tingkat efektivitas yang berbeda. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran berbasis inkuiri dan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPA. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan systematic review mengacu pada pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dengan fokus kajian pada artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025 dan secara eksplisit meneliti pembelajaran IPA berbasis inkuiri dengan keterampilan berpikir kritis sebagai luaran pembelajaran. Hasil dan Pembahasan : Analisis menunjukkan bahwa model guided inquiry yang dipadukan dengan media digital seperti modul interaktif, augmented reality (AR), simulasi PhET, dan e-modul STEM-PBL mampu memberikan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kritis, termasuk aspek interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Kesimpulan : Pembelajaran berbasis inkuiri dan AI memiliki potensi besar dalam memperkuat pembelajaran IPA, dengan syarat implementasi dilakukan secara kontekstual, etis, dan didukung infrastruktur serta sumber daya manusia yang memadai.
Copyrights © 2024