Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada komunitas pesisir di Nusa Penida, Bali, khususnya Kelompok Usaha Perempuan (KUP) Nusa Mandiri yang terdiri dari 14 ibu rumah tangga. Mata pencaharian mereka bergantung pada penjualan ikan tongkol segar dengan produksi harian 10 kg dan pendapatan kotor Rp 400.000. Namun, mereka menghadapi tantangan besar, yaitu diversifikasi produk yang terbatas (hanya ikan segar, rebus, atau bakar) yang sering berujung pada kerugian stok, pembukuan manual yang tidak rapi sehingga menghambat akses pembiayaan, serta pemasaran konvensional yang membatasi jangkauan pasar. Program ini hadir untuk menjawab rendahnya ketahanan ekonomi perempuan pesisir di wilayah yang sangat bergantung pada pariwisata yang rentan. Pemberdayaan melalui pengolahan ikan tongkol dibutuhkan untuk mendiversifikasi pendapatan sekaligus mendukung pencapaian SDGs. Dengan pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussions (FGD) dan Participatory Research Action (PRA), program melatih anggota dalam diversifikasi produk, pencatatan keuangan, pengemasan, dan pemasaran digital. Evaluasi menunjukkan kemajuan signifikan: pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat dari 9,52 persen menjadi 99,21 persen, dengan perubahan kualitatif berupa kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam menjalankan usaha, semangat mengembangkan produk baru seperti abon dan kerupuk ikan, serta solidaritas kelompok yang lebih kuat. Luaran program mencakup peningkatan kapasitas teknis dan manajerial, modul pelatihan, publikasi media, dan konten YouTube sebagai sarana pembelajaran. Didukung pendanaan DPPM dan STIMI Handayani sebagai mitra jangka panjang, program ini memberikan dampak nyata berupa peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi. Selain itu, program ini juga menawarkan model yang dapat direplikasi untuk komunitas pesisir lainnya serta berkontribusi pada pencapaian SDGs terkait kesetaraan gender dan mata pencaharian berkelanjutan.
Copyrights © 2025