Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi metode talaqqi dan sistem murajaah terstruktur dalam menghasilkan kualitas hafalan Al-Qur'an yang tinggi di Pondok Pesantren Attaufiq Petapahan. Keberhasilan luar biasa pesantren ini menjadi anomali positif mengingat berbagai kendala teoretis yang umumnya dihadapi lembaga tahfiz, seperti minimnya waktu murajaah terstruktur, perbedaan kemampuan kognitif santri, dan kesulitan penerapan tajwid yang tepat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan ustadz dan santri, serta dokumentasi program tahfiz. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talaqqi diimplementasikan melalui penyetoran individual dengan penilaian multidimensi mencakup kelancaran, tajwid, dan tahsin, didukung kompetensi ustadz yang mumpuni dan pendekatan pembelajaran personal-adaptif. Sistem murajaah terstruktur dilaksanakan pada waktu wajib setelah salat subuh, asar, dan magrib dengan bimbingan intensif ustadz dalam format halaqah, menggunakan variasi teknik murajaah (tartil, hadr, bil ghaib, binnadhar) dan terintegrasi dengan ibadah harian. Kedua komponen ini membentuk ekosistem pembelajaran komprehensif yang menghasilkan hafalan berkualitas tinggi dan terjaga dalam jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis berupa model pembelajaran tahfiz terintegrasi dan kontribusi praktis sebagai best practice yang dapat direplikasi lembaga tahfiz lainnya, sejalan dengan pencapaian SDGs goal 4 tentang pendidikan berkualitas.
Copyrights © 2025