Fenomena pembelian impulsif di kalangan Gen Z semakin sering ditemui, terutama dalam konteks produk viral dan terbatas seperti Labubu Blind Box. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kelangkaan (scarcity) dan rasa takut kehilangan atau fear of missing out (FoMO) terhadap perilaku pembelian impulsif (impulse buying), dengan FoMO juga diuji sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei berbasis kuesioner yang disebarkan secara daring dengan total 214 responden. Seluruh responden merupakan individu berusia 18 tahun ke atas yang pernah membeli produk Labubu Blind Box. Teknik analisis data dilakukan menggunakan metode SEM-PLS untuk menguji model hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa scarcity memiliki pengaruh langsung yang positif terhadap impulse buying, namun memiliki pengaruh negatif terhadap FoMO. Lebih lanjut, FoMO berperan sebagai mediator dalam hubungan antara scarcity dan impulse buying, tetapi arah pengaruhnya bersifat negatif, menunjukkan adanya competitive partial mediation. Temuan ini dianalisis menggunakan pendekatan S-O-R framework, di mana scarcity sebagai stimulus memengaruhi reaksi emosional (FoMO) dan akhirnya menghasilkan response berupa perilaku konsumtif, meskipun tidak secara linear.
Copyrights © 2025