Konflik sosial berbasis identitas merupakan fenomena yang kerap muncul di komunitas lokal, seringkali memicu ketegangan sosial dan menghambat kohesi masyarakat. Pendekatan tradisional dalam penyelesaian konflik cenderung berfokus pada aspek hukum atau struktural, namun kurang memperhatikan dimensi budaya yang membentuk persepsi dan interaksi antaranggota komunitas. Penelitian ini menekankan peran dialog antarbudaya sebagai strategi efektif untuk mengelola konflik sosial berbasis identitas. Dialog antarbudaya memungkinkan anggota komunitas untuk saling memahami perbedaan nilai, norma, dan perspektif, sehingga menciptakan ruang komunikasi yang inklusif dan membangun rasa saling percaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di beberapa komunitas lokal yang memiliki riwayat konflik identitas, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dialog antarbudaya tidak hanya mengurangi ketegangan sosial tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan pemahaman lintas identitas, serta memfasilitasi pengambilan keputusan kolektif yang lebih harmonis. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan budaya dalam manajemen konflik sosial, khususnya di komunitas lokal yang plural, sebagai langkah preventif dan pemulihan sosial yang berkelanjutan.
Copyrights © 2024