Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI GURU-GURU SMA IT DHIAUL FIKRI Yulandari, Evi Safitri; Hadi, M Wahyu; Burhan, Zakir; Putra, Agus Darma
INSANTA : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT INSANTA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, Volume 1 Nomor 1, Juli 2023
Publisher : LPP ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/insanta.v1i1.5

Abstract

Tema kegiatan Pengabdian ini Adalah Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Bagi Guru-Guru SMA IT Dhiaul Fikri. Tujuan penelitian ini bahwa guru di SMA IT DHIAUL FIKRI belum melakukan penelitian tindakan kelas. Bahkan mereka belum tahu apa itu penelitian tindakan kelas dan bagaimana melakukannya oleh sebab itu LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global bekerjasama dengan SMA IT DHIAUL FIKRI merancang kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan, Pembekalan, dan workshop. Pelatihan ini membekali para guru tentang prinsip-prinsip PTK, langkah- langkah PTK dan bagaimana menyusun laporan PTK. Hasil dari kegiatan ini adalah Ketercapaian target materi yang telah direncanakan Ketercapaian target materi yang telah direncanakan pada kegiatan pengabdian ini dapat dinilai baik (80%). Semua materi yang telah direncanakan dapat disampaikan selain itu Kemampuan peserta dalam penguasaan materi Kemampuan peserta dilihat dari penguasaan materi dapat dinilai baik (80%).
Analisis Pemertahanan Bahasa Halus Dalam Budaya Sorong Serah Di Suku Sasak (Lombok) Putra, Agus Darma
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v2i3.163

Abstract

Bahasa Halus saat ini sudah mulai jarang digunakan oleh masyarakat suku Sasak. Hal tersebut dikarenakan minimnya generasi muda yang berminat mempelajari bahasa Halus. Seiring dengan perkembangan zaman, para generasi muda suku Sasak lebih cenderung tertarik mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, dan lain-lain. Keberadaan bahasa asing yang hadir di kalangan masyarakat Sasak, hingga membuka lembaga kursus sampai kepelosok desa, tentu membuat pertahanan bahasa halus di daerah setempat semangkin terancam. Permasalahan atau fenomena tersebut menjadi daya tarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pemertahanan Bahasa Halus dalam Budaya Sorong Serah di Suku Sasak (Lombok).” Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan tentang bagaimana bentuk pemertahanan bahasa halus dalam budaya sorong serah di Suku Sasak (Lombok). Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sedangkan yang menjadi inti pembahasan dalam artikel ini adalah bentuk pemertahanan bahasa halus dalam budaya sorong serah di suku sasak, dengan cara mewajibkan penggunaan bahasa halus dari awal acara sampai selesai, dan pemberian sangsi bagi penyolo dan pembayun yang melakukan kesalahan dalam berbahasa
TUTURAN NIRGENDER DALAM ACARA 13 TAHUN MATA NAJWA Darma Putra, Agus; Yulia Kurnia Wahidah, Baiq
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 7 No 1 (2024): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v7i1.26326

Abstract

In the 13 Years of Mata Najwa program there were four types of nir-gender speech such as stereotypes, discrimination, patriarchy and marginalization. The four types of nir-gender speech is the result of social and cultural construction of society. This often happens, even though women always demand gender equality. Nir-gender speech at the 13 Years of Mata Najwa program is the focus of this research. This type of research is qualitative research with descriptive methods. Data collection techniques are carried out by recording and taking notes. Meanwhile, data analysis is carried out by interpretation, after describing the raw data and classifying the data. As for the results of this research, there are types of nir-gender speech such as: (1) unfortunately women are still often looked down upon (Stereotype); (2) I always ask, why does it seem like women are not allowed to have higher education than men (discrimination); (3) while men are required to have higher education (Patriarchy); (4) It seems that social construction also makes women's dreams very limited and narrow (marginalization).  
UPAYA MELESTARIKAN BAHASA SASAK MELALUI MENDONGENG CERITA-CERITA SUKU SASAK DI TPQ DESA SETILING Wahidah, Baiq Yulia Kurnia; Putra, Agus Darma; Rahman, Saeful; Yulandari, Evy Safitri
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 3 No. 4 (2024): Devote : Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, Desember 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v3i4.3283

Abstract

Storytelling is one of the media for preserving culture and language that can be developed. One of the Sasak tribe's folktales often used as storytelling material include Putri Mandalika, Tegodek-Godek, and Tuntel. This study aims to describe the use of storytelling in the Qur’anic Learning Center (TPA) located in Setiling Village. Using a qualitative descriptive method, the study reveals that Sasak folktales are utilized by teachers as material for storytelling activities in the TPA. Additionally, the study highlights the benefits of storytelling in increasing students' reading interest, particularly in Sasak folktales. Through storytelling, students not only receive entertainment but also learn about cultural values embedded in the stories. This activity introduces and preserves local culture among the younger generation, supports literacy development, and fosters an early appreciation for the richness of regional heritage, making storytelling an effective method for combining education and cultural preservation..
Pengaruh Bahasa Tabu Dalam Bahasa Sasak Terhadap Perkembangan Bahasa Anak di Desa Jero Puri (Kajian Psikolinguistik) Putra, Agus Darma; Baiq Yulia Kurnia Wahidah; Mahsusi, Juni
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 4 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 4, Desember 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i4.3357

Abstract

ABSTRACT Taboo language is a type of language that is prohibited to use in everyday communication. In addition to violating the ethics of politeness in communication, it is also very worrying if spoken to children because it can affect the development of the child's language. The influence of taboo language in Bahasa Sasak on the development of children's language is the focus of this study. The purpose of this study is to describe the influence of taboo language in Bahasa Sasak on the development of children's language in Jero Puri Village (Psycholinguistic study). This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques in this study use interview, recording, and tapping techniques. The results of this study are: (1) family domain, taboo language that is often spoken in the family domain such as: godek, basong, bawi, batu mate, tolang tele ninaq; (2) community domain, taboo language is also often spoken in the community environment such as: setan, ubek, basong. In conclusion, the influence of taboo language in Bahasa Sasak on the development of children's language is in the family and community domains. Several families and the community in general often speak the language. Keywords: Taboo Language, Children’s Language Development, Bahasa Sasak ABSTRAK Bahasa tabu merupakan jenis bahasa yang dilarang untuk digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Selain melanggar etika sopan santun dalam komunikasi, juga sangat dikhawatirkan bila diucapkan kepada anak-anak karena dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak tersebut. Pengaruh bahasa tabu dalam bahasa sasak terhadap perkembangan bahasa anak menjadi fokus dalam penelitian ini. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang pengaruh bahasa tabu dalam bahasa Sasak terhadap perkembangan bahasa anak di Desa Jero Puri (Kajian psikolinguistik). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, rekam, dan sadap. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: (1) ranah keluarga, bahasa tabu yang sering diucapkan dalam ranah keluarga seperti: godek, basong, bawi, batu mate, tolang tele ninaq; (2) ranah masyarakat, bahasa tabu juga kerap diucapkan dalam lingkungan masyarakat seperti: setan, ubek, basong. Kesimpulannya, pengaruh bahasa tabu dalam bahasa sasak terhadap perkembangan bahasa anak terdapat dalam ranah keluarga dan masyarakat. Beberapa keluarga dan masyarakat secara umum kerap mengucapkan bahasa tersebut.
Variasi Bahasa para Konten Kreator di Media Sosial Facebook Wahidah, Baiq Yulia Kurnia; Putra, Agus Darma; Mahsusi, Juni
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v18i2.26709

Abstract

The use of language variations for content creators is one of the choices to provide uniqueness in each content created. The choice of language is evident in several variations, including Indonesian, Sasak, code switching from Indonesian to regional languages, and the use of slang. This study aims to describe the various language variations that are the choice of content creators on Facebook social media. The method in this study is documentation and data transcription. The results of this study are to describe the languages ​​​​that are the choice of content creators on Facebook social media, as well as to describe the factors causing these language variations.
Peran Dialog Antarbudaya dalam Mengelola Konflik Sosial Berbasis Identitas di Komunitas Lokal Mulia rosydi; Agus darma putra
SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum Vol. 3 No. 4 (2024): SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, Agustus 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/seikat.v3i4.1521

Abstract

Konflik sosial berbasis identitas merupakan fenomena yang kerap muncul di komunitas lokal, seringkali memicu ketegangan sosial dan menghambat kohesi masyarakat. Pendekatan tradisional dalam penyelesaian konflik cenderung berfokus pada aspek hukum atau struktural, namun kurang memperhatikan dimensi budaya yang membentuk persepsi dan interaksi antaranggota komunitas. Penelitian ini menekankan peran dialog antarbudaya sebagai strategi efektif untuk mengelola konflik sosial berbasis identitas. Dialog antarbudaya memungkinkan anggota komunitas untuk saling memahami perbedaan nilai, norma, dan perspektif, sehingga menciptakan ruang komunikasi yang inklusif dan membangun rasa saling percaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di beberapa komunitas lokal yang memiliki riwayat konflik identitas, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik dialog antarbudaya tidak hanya mengurangi ketegangan sosial tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan pemahaman lintas identitas, serta memfasilitasi pengambilan keputusan kolektif yang lebih harmonis. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan budaya dalam manajemen konflik sosial, khususnya di komunitas lokal yang plural, sebagai langkah preventif dan pemulihan sosial yang berkelanjutan.
SOSIALISASI PENGGUNAAN BAHASA SASAK SEBAGAI MEDIA BERCERITA PADA ANAK USIA DINI UNTUK PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH Wahidah, Baiq Yulia Kurnia; Putra, Agus Darma; Hilmiyatun, Hilmiyatun
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Oktober 2023
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v1i1.12

Abstract

Pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kesadaran bahwa pemertahanan Bahasa daerah khususnya Bahasa Sasak di kalangan anak usia dini perlu ditumbuh kembangkan. Hal tersebut sebagai upaya memperkenalkan sekaligus mengajarkan betapa pentingnya penggunaan Bahasa daerah dalam upaya pemertahanan Bahasa daerah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan adalah metode partisipatif, dengan menekankan pada keikutsertaan penuh dari peserta dalam proses sosialisasi, bukan hanya metode ceramah. Berpusat pada peserta artinya peserta digiring untuk mencari, menemukan dan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan secara mandiri. Peserta melakukan praktik penilaian langsung di kelas real tempat mereka mengajar. Tindak lanjut dari kegitan sosialisasi adalah kegiatan pendampingan. Pendampingan dilakukan dengan tujuan untuk lebih menguatkan dan memperdalam pemahaman orang tua dan guru dalam mengenalkan Bahasa daerah Kepada anak usia dini di lingkungan masing-masing. Sehingga kedepannya, Diharapkan makin banyak analk-anak dari usia dini memiliki kecintaan terhadap Bahasa daerah mereka.
KESEJAJARAN KARAKTER TOKOH DALAM BUKU “ANAK KAMPUNG PALING FENOMENAL” KARYA DR. M. MUFTI MUBAROK Putra, Agus Darma
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2022): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2022
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v3i2.411

Abstract

Character was a person's nature, which refers to a person's personal qualities. The characters in the book “The Most Phenomenal Village Children” are no exception, who have the same characters in this study. The purpose of this study is to find out the form of parallel reality of the characters through the words and behavior of the characters in the book "The Most Phenomenal Village Children" by Dr. M. Mufti Mubarok. While this type of research is qualitative literature research using descriptive methods. The results of the study found several forms of reality of character alignment through the words and behavior of the characters such as: being humble, ambitious, empathetic and caring for others, having a strong character, respecting friends and foes, having stable emotions, being brave, patient, and keeping the spirit up. As for other findings from the alignment of characters, through the same words and behavior is a good attitude, which can be an inspiration and innovation for the community.
PERAN BIPA SEBAGAI MEDIA PROMOSI DAERAH (KEK MANDALIKA) Putra, Agus Darma; Wahidah, Baiq Yulia Kurnia
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v4i4.1850

Abstract

Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) plays a very active role as a regional promotional media. In this research, BIPA plays an active role as a regional promotional media, especially in the Mandalika Special Economic Zone (KEK). In this case, Mandalika utilizes natural resources and the cultural diversity of the local community as a tourist attraction that is introduced to foreign speakers. With the active role of BIPA, Mandalika has become a very popular tourist destination both locally, nationally and internationally. The aim of this research is to describe the role of BIPA as a regional promotional media in the Mandalika Special Economic Zone (KEK). Meanwhile, the method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The results of this research are: (1) BIPA as a tourism promotion media in the Mandalika Special Economic Zone; (2) BIPA as a media for promoting religious culture; (3) BIPA as a media for promoting the art of Gendang Belek; (4) BIPA as a promotional media for the Bau Nyale tradition; and (5) BIPA as a media for promoting regional languages (Bahasa Sasak), and BIPA as a media for diplomacy.