ABSTRAK Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang menyebabkan peningkatan kebutuhan terapi hemodialisa. Pasien yang menjalani hemodialisa menghadapi berbagai permasalahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang memengaruhi kualitas hidup. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi edukasi dan pendampingan terhadap peningkatan kualitas hidup pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Edukasi diberikan melalui ceramah, diskusi, video edukasi, dan demonstrasi selama tiga hari, dilanjutkan pendampingan melalui grup WhatsApp selama lima hari. Evaluasi dilakukan satu bulan setelah intervensi menggunakan instrumen WHOQOL. Subjek penelitian adalah 48 pasien hemodialisa dan 48 pendamping di RSUD Sidikalang. Sebelum intervensi, mayoritas pasien memiliki kualitas hidup buruk, khususnya pada aspek fisik (79,17%) dan psikis (64,58%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan kualitas hidup, terutama pada aspek psikis (kategori buruk menurun dari 64,58% menjadi 47,92%) dan spiritual (kategori baik meningkat dari 12,5% menjadi 22,92%). Edukasi dan pendampingan berbasis tatap muka dan media digital efektif meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa, khususnya aspek psikis, spiritual, dan sosial. Disarankan agar intervensi ini dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program perawatan pasien hemodialisa. Kata Kunci: Hemodialisa, Kualitas Hidup, Edukasi, Pendampingan, Intervensi Keperawatan. ABSTRACT Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem that increases the need for hemodialysis therapy. Patients undergoing hemodialysis face various physical, psychological, social, and spiritual challenges that impact their quality of life. This article aims to analyze the effectiveness of an educational and mentoring intervention on improving the quality of life of hemodialysis patients. This study used a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test design without a control group. Education was provided through lectures, discussions, educational videos, and demonstrations for three days, followed by mentoring via a WhatsApp group for five days. Evaluation was conducted one month after the intervention using the WHOQOL instrument. The study subjects were 48 hemodialysis patients and 48 mentors at Sidikalang Regional Hospital. Before the intervention, the majority of patients had a poor quality of life, particularly in the physical (79.17%) and psychological (64.58%) aspects. After the intervention, there was an improvement in quality of life, particularly in the psychological (poor category decreased from 64.58% to 47.92%) and spiritual (good category increased from 12.5% to 22.92%). Face-to-face and digital media-based education and support effectively improve the quality of life of hemodialysis patients, particularly in the psychological, spiritual, and social aspects. It is recommended that these interventions be implemented sustainably and integrated into the hemodialysis patient care program. Keywords: Hemodialysis, Quality Of Life, Education, Support, Nursing Intervention.
Copyrights © 2025