Pemanfaatan teknologi secara maksimal dapat membuka akses ke berbagai sumber informasi, memperluas wawasan, dan mendorong munculnya inovasi di kalangan pelajar dan mahasiswa. Salah satu bentuk dari inovasi teknologi yang berkembang saat ini adalah Artificial Intelligence (AI). AI atau yang sering dikenal dengan kecerdasan buatan bukan sesuatu yang asing lagi di dunia pendidikan, khususnya di Pendidikan Tinggi. Keadaan yang ada saat ini di lingkungan akademik, penggunaan AI masih menimbulkan perdebatan etis dan juga akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini menggambarkan persepsi mahasiswa dengan konstruksi berdasarkan model deskriptif oleh Wilson. Diketahui bahwa mahasiswa sudah mengetahui pengetahuan dasar dalam melakukan pencarian informasi melalui AI. Hal ini ditunjukkan dengan mahasiswa mencari informasi melihat kedalam efisiensi pencarian informasi. Menggunakan AI, mahasiswa dapat menemukan data, artikel, dan sumber relevan dengan lebih cepat dibandingkan mengandalkan search engine. AI mampu menyaring informasi dalam jumlah yang besar dan menyajikan ringkasan atau poin yang penting sehingga dapat menghemat waktu dalam belajar. Disisi lain, akurasi informasi juga tetap dilakukan pengecekan dengan melakukan verifikasi silang. Hasil yang merujuk pada model deskriptif Wilson, menunjukkan bahwa terdapat pola pencarian informasi mahasiswa yang terbagi dalam pencarian secara digital, yaitu Artificial Intelligence dan sumber tercetak.
Copyrights © 2025