Obat tradisional masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena dianggap aman, alami, dan diwariskan turun-temurun. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil sekaligus persepsi konsumen terhadap penggunaan obat tradisional di Apotek Maranatha Junior (MAJU) 2, Kabupaten Merangin. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 94 responden dilibatkan melalui kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar pengguna obat tradisional adalah perempuan (55,3%), berusia 18–25 tahun (37,2%), lulusan SMA/sederajat (45,7%), bekerja sebagai pegawai swasta (34,0%), dan berpenghasilan Rp2.500.000–Rp5.000.000 per bulan (34,0%). Jenis obat tradisional yang paling sering dipilih adalah jamu (56,4%) dengan bentuk cair (61,7%). Alasan utama pemakaian karena berbahan alami (43,6%) serta mendapat rekomendasi dari orang terdekat (40,4%). Sebagian besar responden membeli obat tradisional di apotek (60,6%) dan menggunakannya 1–3 hari (63,8%) untuk mengatasi keluhan ringan, terutama batuk (31,9%). Mayoritas merasa sembuh setelah konsumsi (92,5%) tanpa efek samping berarti (83,0%). Jika muncul keluhan, responden cenderung menghentikan pemakaian (89,4%). Menariknya, sebagian besar tidak memberitahu dokter tentang penggunaan obat tradisional (84,0%) karena dokter tidak menanyakan (89,3%). Secara keseluruhan, mayoritas responden (91,5%) menilai obat tradisional aman digunakan.
Copyrights © 2025