Penelitian ini menganalisis hubungan struktur modal dan profitabilitas pada UMKM Batik Pringmas di Banyumas, mengeksplorasi dinamika keuangan dalam kerangka manajemen perubahan. Latar belakang menunjukkan Batik Pringmas, meskipun kaya budaya, menghadapi stagnasi keuangan karena kurangnya pemanfaatan modal optimal, literasi keuangan rendah, dan tiadanya strategi pertumbuhan. Profitabilitas belum dievaluasi sistematis, menghambat pengambilan keputusan strategis. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan struktur modal dan profitabilitas serta mengeksplorasi dinamika keuangan dalam manajemen perubahan. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus digunakan, berfokus pada Batik Pringmas sebagai unit analisis. Data sekunder dari laporan institusi (Bank Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman) dan studi akademik dikumpulkan. Analisis data dilakukan secara tematik, mengacu pada model delapan tahap transformasi Kotter dan model tiga tahap perubahan Lewin (unfreezing, changing, refreezing), dan triangulasi sumber menjamin kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan Batik Pringmas sangat bergantung pada pendanaan internal, membatasi ekspansi. Profitabilitas belum optimal karena kurangnya strategi keuangan terstruktur. Tahap unfreezing menunjukkan kesadaran restrukturisasi terbatas; changing menampilkan upaya inovatif seperti digitalisasi; namun refreezing kurang konsisten karena minimnya dukungan institusional. Kesimpulannya, penguatan struktur modal dan perencanaan keuangan jangka panjang krusial untuk meningkatkan profitabilitas dan ketahanan UMKM. Keterbatasan penelitian ini tidak menggunakan data primer.
Copyrights © 2025