Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh komitmen kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya peran sumber daya manusia sebagai aset kunci yang tidak dapat ditiru dalam mencapai tujuan strategis perusahaan. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan, sebagai lembaga pemerintah yang terus berupaya meningkatkan kinerjanya, sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara komitmen individu dan budaya organisasi yang suportif. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan populasi sebanyak 31 karyawan tetap dan seluruhnya dijadikan sampel, dikarenakan jumlahnya yang terbatas. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada responden, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa komitmen kerja dan budaya organisasi secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan kontribusi sebesar 52,2%. Secara parsial, variabel komitmen kerja menunjukkan pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja, mengindikasikan bahwa semakin tinggi komitmen kerja individu, semakin baik kinerjanya. Namun, variabel budaya organisasi secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Temuan ini menyoroti kompleksitas interaksi antara faktor internal dan eksternal dalam membentuk kinerja karyawan. Meskipun demikian, temuan simultan menegaskan bahwa kombinasi kedua variabel ini tetap krusial. Saran dari penelitian ini adalah agar manajemen memperkuat komitmen karyawan melalui peningkatan kesejahteraan dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. This study aims to empirically examine the influence of work commitment and organizational culture on employee performance at the BPJS Ketenagakerjaan Makassar Branch. The background of this research is the crucial role of human resources as an inimitable key asset in achieving a company's strategic goals. On-the-ground phenomena indicate that BPJS Ketenagakerjaan, as a government institution consistently striving to improve its performance, heavily relies on a strong collaboration between individual commitment and a supportive organizational culture. This quantitative study uses a descriptive approach with a limited population of 31 permanent employees, all of whom were included as the sample. Data were collected via questionnaires distributed to respondents and analyzed using multiple linear regression. The analysis results reveal that work commitment and organizational culture have a significant simultaneous effect on employee performance, contributing 52.2% of the variance. Partially, the work commitment variable shows a significant and positive influence on performance, indicating that a higher level of individual commitment leads to better performance. Conversely, the organizational culture variable does not have a significant partial influence on performance. These findings highlight the complexity of the interaction between internal and external factors in shaping employee performance. Nevertheless, the simultaneous finding confirms that the combination of these two variables remains crucial. This study suggests that management should strengthen employee commitment by improving welfare and creating a conducive work environment.
Copyrights © 2025