Pernikahan usia muda di kalangan Generasi Z merupakan fenomena yang semakin marak, termasuk dalam komunitas jemaat Kristen. Generasi ini dipengaruhi oleh era digital yang membentuk pola pikir terbuka terhadap relasi tanpa komitmen formal. Banyak pasangan muda menikah karena dorongan emosional, kehamilan di luar nikah, atau tekanan sosial, meskipun belum siap secara mental, spiritual, dan ekonomi. Fenomena ini memicu berbagai persoalan rumah tangga, seperti konflik, ketergantungan ekonomi, dan kekerasan dalam keluarga, yang umumnya lebih berdampak pada perempuan. Dalam iman Kristen, pernikahan dipandang sebagai panggilan kudus yang menuntut kematangan dan tanggung jawab. Gereja memiliki peran strategis tidak hanya dalam pemberkatan pernikahan, tetapi juga dalam pendampingan pastoral berkelanjutan. Tulisan ini menyoroti pentingnya keterlibatan gereja dalam mempersiapkan dan membina pasangan muda agar mampu menjalani kehidupan pernikahan secara dewasa dan sesuai dengan nilai-nilai iman Kristen.
Copyrights © 2025