Masa remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rawan terhadap pengaruh negatif, termasuk seks di luar nikah, yang berdampak pada kehidupan spiritual, sosial, dan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bentuk pendampingan pastoral yang efektif bagi remaja di Jemaat GMIM Sion Noongan yang terjerumus dalam perilaku tersebut. Menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara, ditemukan bahwa minimnya peran gereja dan keluarga menjadi faktor utama. Berdasarkan pendekatan pastoral J.D. Engel, pendampingan yang efektif mencakup enam fungsi: membimbing, menopang, menyembuhkan, memperbaiki relasi, mengasuh, dan mengutuhkan. Pendekatan ini menekankan kasih, empati, dan penerimaan tanpa penghakiman. Gereja dipanggil bukan sekadar memberi teguran moral, melainkan menjadi ruang pemulihan yang menolong remaja menemukan kembali jati diri sejati mereka di dalam Kristus.
Copyrights © 2025