Penelitian ini bertujuan menelusuri dan menganalisis bentuk adaptasi sosial budaya masyarakat terkait revitalisasi manggadong di SD Negeri 1 Panguruan Kabupaten Samosir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan catatan lapangan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa revitalisasi manggadong merupakan salah satu komponen program yang terintegrasi dalam Batak Day di Kabupaten Samosir. Batak Day sebagai kebijakan skala lokal di sektor pendidikan, diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir sebagai upaya mewujudkan ketahanan budaya, ketahanan pariwisata berbasis budaya dan ketahanan pangan. Upaya menghidupkan kembali tradisi manggadong pada sektor pendidikan merupakan strategi penguatan ketahanan pangan berbasis budaya lokal. Implementasi manggadong di SD Negeri 1 Pangururan terbagi menjadi 3 tahap yaitu tahap pra persiapan, tahap persiapan dan tahapan pelaksanaan manggadong. Adapun bentuk adaptasi sosial budaya masyarakat terkait revitalisasi manggadong di SD Negeri 1 Pangururan terwujud dalam (1) adanya sikap penerimaan dan resistensi masyarakat terhadap revitalisasi manggadong; (2) berkembangnya keterampilan lokal dan (3) Terjalinnya ikatan ekonomi melalui mekanisme ekonomi “langgananâ€.Â
Copyrights © 2025