Teknologi digital yang semakin berkembang telah membawa dampak besar terhadap cara hidup umat manusia terutama generasi Z, dalam hal ini tertuju pada interaksi sosial dan pencarian identitas diri. Salah satu dampak negatifnya adalah Fear Of Missing Out (FOMO) yaitu kecemasan akan ketertinggalan informasi, pengalaman atau tren yang sedang berlangsung. FOMO dapat mempengaruhi kesehatan mental, harga diri dan kehidupan spiritual Generasi Z. Artikel ini bertujuan untuk memahami karakteristik generasi Z, bentuk-bentuk FOMO yang mereka alami serta merumuskan pendekatan pelayanan Pastoral yang responsif terhadap pergumulan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif serta pendekatan studi pustaka, tulisan ini menekankan pentingnya gereja sebagai komunitas yang empatik, inklusif dan relevan dengan dunia digital. Pelayanan pastoral yang mendengarkan secara aktif, meneguhkan identitas dalam Kristus, dan membangun komunitas sehat merupakan langkah strategis untuk mendampingi Generasi Z dalam menghadapi tekanan sosial akibat FOMO.
Copyrights © 2025