Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan Majelis Taklim dalam politik elektoral dengan menyoroti dua dimensi utama, yaitu peran pendidikan politik dan kepentingan praktis yang melingkupinya. Majelis Taklim sebagai lembaga keagamaan memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran politik umat melalui kegiatan keagamaan, pengajian, dan pembinaan moral. Namun, keterlibatan mereka dalam politik elektoral sering kali menimbulkan perdebatan antara fungsi dakwah dan potensi politisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di beberapa Majelis Taklim yang aktif menjelang pemilihan umum. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian Majelis Taklim berperan sebagai agen pendidikan politik yang mendorong partisipasi demokratis secara rasional dan beretika, sementara sebagian lainnya lebih terlibat dalam dukungan praktis terhadap kandidat tertentu. Dengan demikian, keterlibatan Majelis Taklim dalam politik elektoral berada pada spektrum antara pendidikan politik yang mencerahkan dan kepentingan pragmatis yang berorientasi kekuasaan.
Copyrights © 2025