Penelitian ini membahas peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menangani perilaku siswa sekolah dasar yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua. Kurangnya perhatian orang tua berdampak negatif terhadap disiplin, motivasi belajar, dan perkembangan emosional anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru BK berperan sebagai mediator antara sekolah dan keluarga, melaksanakan konseling individual dan kelompok, serta mengembangkan kolaborasi dengan orang tua untuk memperbaiki perilaku siswa. Keterlibatan orang tua dalam proses bimbingan konseling terbukti meningkatkan efektivitas intervensi dan mendukung pembentukan karakter positif siswa. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara guru BK, sekolah, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Copyrights © 2025