cover
Contact Name
Yohan Brek
Contact Email
yohanbrek74@gmail.com
Phone
+6281295123667
Journal Mail Official
yohanbrek74@gmail.com
Editorial Address
Jalan Paving Block Lingkungan 01 Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado - Provinsi Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling
ISSN : -     EISSN : 30633508     DOI : 10.70420
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling, adalah Jurnal yang diterbitkan oleh PT. Giat Konseling Nusantara (GKN). Jurnal ini bekerjasama dengan Asosiasi Poimenika Indonesia (APIN) dan Prodi S2 Pastoral Konseling IAKN Manado. MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling menerima publikasi artikel ilmiah pada semua bidang ilmu-ilmu Pendidikan (baik pendidikan secara umum maupun pendidikan keagamaan/Teologi) dan ilmu Bimbingan Konseling. MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling menerbitkan artikel ilmiah bulan Februari, Juni, dan Oktober setiap tahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 27 Documents
Bullying dan Dampaknya Bagi Remaja Tonggengbio, Greity Indah; Salindeho, Yuriske Fillia; Ilat, Irene Preisilia
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/qtw0n913

Abstract

Tulisan ini membahas tentang bullying sehingga bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana dampak bullying bagi remaja dilihat dari fenomena yang maraknya terjadi dalam kehidupan remaja. Di dalamnya pun juga menjelaskan bagaimana peran orang tua dan gereja dalam menanggapi kasus ini yang terjadi pada remaja, adapun tulisan ini menggunakan metode studi literatur yang berpusat pada pengumpulan data melalui buku-buku,artikel dan sumber-sumber yang relevan. Hasil dari tulisan yang dibuat ini didapati bagaimana penyebab dan dampak bullying yang terjadi serta apa peran orangtua dan gereja dalam menyikapi kasus ini.Sebagai kesimpulan dari tulisan ini Dalam konteks ini, peran orang tua dan gereja sangatlah penting dalam menanggapi kasus bullying yang terjadi pada remaja.Dengan demikian, melalui kesadaran akan penyebab dan dampak bullying serta peran penting orang tua dan gereja dalam menanggapi kasus ini, diharapkan kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi remaja.
Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan Terhadap Kesehatan Fisik dan Mental Remaja Tengkue, Anggreini Angelina; Manein, Adika Putri; Angelica Elisabeth; Ilat, Irene Preisilia
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/qsps7423

Abstract

Arikel ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui tentang dampak dari penggunaan gadget secara berlebihan terhadap kesehatan fisik dan mental remaja. Penelitian ini dilakukan dengan dilatar belakangi oleh keadaan yang ada di saat ini yang dimana perkembangan sudah semakin pesat terutama dalam hal perkembangan teknologi. Dimana teknologi sudah masuk dalam aspek kehidupan manusia dengan berbagai kemudahan yang diberikan. Terutama di kalangan remaja, gadged menjadi suatu hal yang sangat menarik, untuk itu banyak remaja yang memilih menghabiskan waktu mereka dengan gadged dari pada melakukan aktivitas lainnya. Berkaitan dengan ini maka sangat diperlukan untuk memberikan edukasi kepada remaja tentang dampak dari penggunaan gadget yang berlebihan bagi mereka. Karena gadget jika penggunaannya sudah tidak sesuai maka akan berdampak buruk pada remaja baik secara fisik maupun mental. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kepustakaan atau kajian kualitatif deskriptif berbasis literatur yang berupa buku maupun jurnal ilmiah, dengan teknik pengumpulan datanya yaitu melalui analisis isi litaratur. Hasil dari penelitian ini yaitu penggunaan gadget secara tidak tepat dan berlebihan ini berdampak pada kesehatan remaja, yang jika dilihat dari pengaruh terhadap kesehatan fisik itu bisa mengakibatkan obesitas, gangguan tidur, sakit kepala, bahkan sampai kepada kanker otak sementara untuk dampak secara mental itu bisa membuat remaja mengalami stres, depresi, gangguan kecemasan, penurunan motivasi belajar dan ketergantungan terhadap gadget.
EDUKASI SEKSUALITAS BAGI REMAJA Lukas, Jesica; Namangge, Lini; Makalikis, Kezya; Ilat, Irene
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.12

Abstract

Sex education should be provided from a young age, as a preparation for changes in oneself and the environment. Sex education for adolescents is crucial for understanding sexual information, having awareness of the importance of understanding sexual issues, understanding the functions of sexuality, and addressing sexual issues for adolescents. Sex education for adolescents also helps prevent sexual problems, such as premarital sex or sex outside of marriage, which can lead to negative effects such as poor health, reduced reproductive health, and the risk of sexually transmitted diseases. Sex education for adolescents also directs adolescents towards low levels of knowledge about reproductive health, particularly in terms of protecting oneself from reproductive health risks. The level of knowledge among Indonesian adolescents about reproductive health is low, particularly in terms of protecting oneself from reproductive health risks. Sex education for adolescents is necessary to prevent confusion during the transition from childhood to adulthood. Sex education for adolescents is also necessary to protect reproductive organs on their bodies and prevent others from touching their reproductive organs, especially for adolescent girls. In this article, we will discuss the importance of sex education for adolescents, the factors that influence sex education among adolescents, and the effects that adolescents experience when engaging in premarital sex or sex outside of marriage."
EDUKASI SEKSUALITAS BAGI REMAJA Lukas, Jesica; Namangge, Lini; Makalikis, Kezya; Ilat, Irene Preisilia
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/79v5e446

Abstract

Pendidikan seks hendaknya diberikan sejak dini, sebagai persiapan menghadapi perubahan pada diri sendiri dan lingkungan. Pendidikan seks pada remaja sangat penting untuk memahami informasi seksual, memiliki kesadaran akan pentingnya memahami masalah seksual, memahami fungsi seksualitas, dan mengatasi masalah seksual pada remaja. Pendidikan seks pada remaja juga membantu mencegah permasalahan seksual,seperti hubungan seks pranikah atau hubungan seks di luar nikah, yang dapat menimbulkan dampak negatif seperti buruknya kesehatan, menurunnya kesehatan reproduksi, dan risiko penyakit menular seksual. Pendidikan seks pada remaja juga mengarahkan remaja pada rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, khususnya dalam hal melindungi diri dari risiko kesehatan reproduksi. Tingkat pengetahuan remaja Indonesia mengenai kesehatan reproduksi masih rendah, khususnya dalam hal melindungi diri dari risiko kesehatan reproduksi. Pendidikan seks pada remaja diperlukan untuk mencegah kebingungan pada masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pendidikan seks pada remaja juga diperlukan untuk melindungi organ reproduksi pada tubuhnya dan mencegah orang lain menyentuh organ reproduksinya, khususnya pada remaja perempuan. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang pentingnya pendidikan seks bagi remaja, faktor-faktor yang mempengaruhi pendidikan seks di kalangan remaja, dan dampak yang dialami remaja ketika melakukan hubungan seks pranikah atau hubungan seks di luar nikah
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pendidikan Agama Kristen Melalui Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah Manein, Adika Putri; Tengkue, Anggreini Angelina; Katiandagho, Liviana; Ilat, Irene Preisilia
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/9tz8h952

Abstract

Pendidikan agama Kristen di sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas siswa. Namun, seringkali motivasi belajar siswa dalam konteks ini menjadi tantangan. Artikel ini mengkaji pentingnya motivasi belajar siswa dalam pendidikan agama Kristen dan mengusulkan strategi pembelajaran berbasis masalah sebagai solusi potensial. Dengan menyelidiki strategi pembelajaran berbasis masalah yang memengaruhi motivasi belajar siswa, kami menyoroti pentingnya pendekatan yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran agama Kristen. Strategi pembelajaran berbasis masalah diusulkan sebagai cara yang dapat merangsang minat siswa dengan memungkinkan mereka untuk memecahkan masalah dunia nyata yang relevan dengan ajaran agama Kristen. Artikel ini menawarkan pandangan mendalam tentang motivasi belajar siswa dalam pendidikan agama Kristen dan menyoroti potensi strategi pembelajaran berbasis masalah. Diharapkan artikel ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan pendidikan agama Kristen yang lebih bermakna dan efektif di masa depan.
BROKEN HOME PADA REMAJA Makagingge, Revina; Veni Rompas, Veni Kristin Rompas; Putri Ronoko, Putri Kesia Ronoko
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 1 (2024): Juni
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/fp07ka05

Abstract

Broken home  dapat  disebut keluarga yang sumbang dan tidak berfungsi sebagai keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan suportif karena terdapat permasalahan dan konflik yang menyebabkan perpecahan. Anak dari keluarga yang berantakan adalah anak dari orang tua yang bercerai, dan anak dari keluarga yang tidak atau rukun. Ada banyak faktor yang menjelaskan mengapa bayi mengalami patah hati, termasuk kelalaian orang tua, perceraian, dan kebencian orang tua. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode studi literatur. Setiap data yang diperoleh merupakan hasil penelitian yang dilakukan melalui buku dan artikel terkait Broken Home. Hal terpenting yang dapat diambil dari artikel ini adalah pemahaman tentang apa yang menyebabkan rumah tangga berantakan pada perempuan, yang dapat menimbulkan konsekuensi negatif ketika perempuan mencari jati dirinya. Remaja yang seharusnya menjalani masa mudanya dengan menceritakan karena remaja adalah masa yang menyenangkan, tetapi harus diperhatikan dengan akibat Broken Home yang ada dalam keluarganya.
PENDIDIKAN ANAK DALAM KANDUNGAN BERDASARKAN ULANGAN 6:7 Atakameng, Merianti
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.170

Abstract

Alkitab mencatat bahwa Pendidikan adalah suatu aktivitas yang penting yang harus dilakukan oleh setiap pemimpin baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Pendidikan yang baik berassal dari keluarga, dari orang tua kepada anggota keluarga bahkan kepada anak- anak di dalam keluarga itu. Firman Tuhan di dalam Ulangan 6:7 berbunyi “ haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun’’. Ayat ini merupakan perintah dari Allah kepada orang tua untuk mendidik anak-anaknya. Serta menggambarkan pentingnya mengajarkan anak-anak tentang ketetapan-ketetapan Tuhan secara berulang-ulang. Oleh karena itu peran orang tua dalam keluarga merukan sekolah pertama bagi anak, dan tempat yang paling dominan bagi perkembangan anak. Keluarga merupakan tempat alami yang memberi perlindungan dan keamanan serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok anak. Keluarga juga merupakan tempat Pendidikan yang urgen, tempat anak memuali hubumgan dengan dunia sekitarnya. Pendidikan anak sangat diupayakan dini mungkin agar anak tersebut menjadi investasi unggul dimasa depan kelak. Pendidikan anak didalam kandungan memiliki metode-metode sama halnya dengan mendidik anak setelah lahir.
ENGKAU SAUDARAKU Sebuah Tawaran Pendidikan Katekisasi berbasis Pendampingan Pastoral dalam Masalah Keadilan Sosial Benyamin, Mario Marchellino
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.173

Abstract

Tawaran pendidikan katekisasi berbasis pendampingan pastoral ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang keadilan sosial dalam konteks kehidupan masyarakat kontemporer. Melalui pendekatan pendampingan pastoral, program ini mengintegrasikan prinsip-prinsip katekese dengan praktik sosial yang responsif terhadap tantangan keadilan di komunitas. Peserta dididik untuk menyadari isu-isu sosial yang memengaruhi kehidupan mereka dan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang aktif. Program ini mencakup pelatihan dalam pengembangan keterampilan sosial, dialog antaragama, dan advokasi untuk kelompok marjinal. Dengan mengedepankan kolaborasi antara pendidik, peserta didik, dan masyarakat, diharapkan pendidikan ini dapat mendorong kesadaran kolektif dan aksi nyata menuju keadilan sosial, memperkuat jalinan solidaritas, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Fungsi Mendamaikan Sebagai Solusi Konflik Di Komisi Pelayanan Pemuda Gmim Petra Boyong Pante tuerah, joshua
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.176

Abstract

Dalam kehidupan yang berkembang saat ini, konflik tidak terelakkan dan sering terjadi di berbagai organisasi, termasuk gereja. Konflik ini bisa disebabkan oleh ketidakpercayaan, komunikasi yang buruk, perbedaan kompetensi, tujuan yang berbeda, dan faktor lainnya. Dalam gereja, konflik dapat mempengaruhi organisasi dan para anggota jemaat. Demikian yang terjadi di GMIM Petra Boyong Pante, terjadi konflik internal di kalangan pemuda akibat pengambilan keputusan sepihak tanpa melibatkan pemimpin. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan. Untuk menangani konflik ini, diperlukan peran Pastoral Konseling. Pastoral konseling berfungsi membantu jemaat mengatasi krisis dalam hidup, meningkatkan spiritualitas, dan menjadi saksi yang hidup bagi iman mereka. Pendampingan pastoral dapat dilakukan melalui konseling individu, kelompok studi Alkitab, atau media modern lainnya, dan harus disesuaikan dengan kebutuhan anggota jemaat. Pastoral konseling mendorong pertumbuhan rohani serta pemahaman firman Tuhan. Tujuan utama pastoral konseling adalah membantu individu berubah, tumbuh, dan berfungsi secara maksimal. Konselor bertindak sebagai fasilitator, menciptakan lingkungan aman untuk eksplorasi diri. Dengan mengelola konflik dengan baik, dampaknya bisa diminimalkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan fungsi mendamaikan dalam pastoral konseling sebagai solusi untuk konflik di pelayanan pemuda GMIM Petra Boyong Pante.
Pastoral Family Counseling: Client Center Approach for "Single Mother" at a young age in GMIM Karangetang Frisca Elisabeth Londo; Brek, Yohan
MATHESI: Jurnal Pendidikan dan Bimbingan Konseling Vol. 1 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mathesi.v1i2.209

Abstract

This research discusses the role of pastoral counseling assistance in helping single mothers or young single mothers face life challenges, especially in the context of the church. Single mothers are often faced with economic problems, social pressure, negative stigma, and complex psychological issues. This condition is exacerbated by their young age, which is often emotionally immature in facing the dual role of mother and head of the family. The Client-Centered approach proposed by Carl Rogers was chosen as a counseling method that emphasizes empathy, support without judgment, and provides space for the counselee to reflect and find their own problem solutions. This research uses a qualitative method with a descriptive approach that emphasizes objective field observations. Through systematic counseling stages, such as establishing trust, data identification, diagnosis, plan development, help implementation, and evaluation, pastoral assistance is expected to run effectively and help single mothers restore their mental and spiritual health.

Page 1 of 3 | Total Record : 27