Masa perkuliahan merupakan periode penting dalam pembentukan identitas diri mahasiswa. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami krisis identitas akibat tekanan akademik, sosial, dan eksistensial yang mereka hadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pastoral konseling dalam mendampingi mahasiswa yang mengalami krisis identitas di lingkungan perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap mahasiswa serta konselor pastoral di salah satu perguruan tinggi Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pastoral konseling berperan signifikan dalam membantu mahasiswa mengenali jati dirinya, mengatasi kecemasan, serta memulihkan arah hidup melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek psikologis dan spiritual. Pendampingan yang dilakukan secara empatik, terbuka, dan berbasis nilai iman Kristen terbukti mampu memberikan ketenangan, harapan, dan penguatan bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika kehidupan kampus. Oleh karena itu, pelayanan pastoral di perguruan tinggi sangat penting untuk dikembangkan sebagai upaya preventif dan kuratif terhadap krisis identitas mahasiswa, agar mereka dapat bertumbuh menjadi pribadi yang utuh secara mental, sosial, dan spiritual.
Copyrights © 2025