Tradisi Seblang Olehsari merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya masyarakat Osing di Banyuwangi yang kaya akan simbol dan nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna leksikal dan simbolik dari kostum penari SeblangOlehsari dengan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi visual, dan studi pustaka, kemudian dianalisis dengan teori makna leksikal (Kridalaksana), makna simbolik (Clifford Geertz), serta pendekatan antropolinguistik (Duranti). Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna leksikal merujuk pada fungsi harfiah elemen kostum, seperti kebaya sebagai penutup tubuh dan omprog sebagai hiasan kepala. Sementara itu, makna simbolik mencerminkan nilai kesucian, spiritualitas, dan perlindungan dari kekuatan tak kasat mata. Kostum seperti jarik batik, selendang, dan kalung manik-manik tidak hanya berfungsi secara estetis, tetapi juga menjadi representasi identitas kultural masyarakat Osing dalam konteks ritus sakral. Kata kunci: antropolinguistik; makna leksikal; makna simbolik; Seblang Olehsari; masyarakat Osing
Copyrights © 2025