Pendahuluan: Wilayah Dusun Godong memiliki potensi hasil tanam yang tinggi, terutama daun kelor. Namun, kondisi saat ini menunjukkan daun kelor yang tumbuh subur tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga banyak yang menjadi sampah. Metode: Program pemberdayaan dilakukan dengan metode training of trainer (TOT), melibatkan 20 peserta. Metode ini mencakup ceramah, tanya jawab, diskusi, praktek langsung pembuatan teh daun kelor, dan pendampingan. Hasil: Para ibu rumah tangga telah mampu memproduksi teh daun kelor, memberikan label dan kemasan menarik, serta mempromosikan produk melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram. Kesimpulan: Diperlukan program lanjutan dari kegiatan pengabdian ini agar mampu mencapai optimalisasi pemanfaatan daun kelor guna meningkatkan ekonomi keluarga.
Copyrights © 2024