Pendahuluan: Kabupaten Karanganyar memiliki jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, sehingga perempuan mampu memimpin wisata pedesaan di Kabupaten Sragen. Studi ini bertujuan memberikan keadilan dan mengatasi hambatan sosial dan ekonomi. Metode: Gender Analysis Pathway (GAP) and Policy Outlook for Planning (POP) menekankan pentingnya mendorong perempuan untuk bergabung dengan kelompok berorientasi ekonomi untuk meningkatkan pariwisata pedesaan. Hasil: Organisasi ini wajib ikut serta dalam proses rencana aksi penyelenggaraan desa wisata di Kabupaten Sragen. Hal ini merupakan langkah awal pemberdayaan perempuan di Kabupaten Sragen. Meski demikian, diperlukan strategi yang lebih praktis dan realistis untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan Perempuan. Kesimpulan: Keterlibatan perempuan dalam pengembangan rencana aksi dapat memberikan perspektif gender yang unik dalam perumusan proyek pariwisata pedesaan dan meningkatkan bakat Perempuan yang memerlukan pendekatan realistis dan nyata.
Copyrights © 2024