Ekstrak kulit bawang merah banyak mengandung senyawa antioksidan diantaranya flavonoid dan antosianin. Untuk memaksimalkan manfaatnya, sediaan Emulgel diformulasikan dengan variasi kombinasi gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kombinasi optimum HPMC dan karbopol dalam sediaan emulgel kulit bawang merah (Allium cepa L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan 7 formula emulgel dibuat dengan variasi perbandingan konsentrasi basis HPMC dan karbopol, yaitu F1 (5:1,5); F2 (4,5:1); F3 (5:0,25); F4 (3,5:1,5); F5 (3,5:0,25); F6 (5:0); F7 (0:1,5). Kemudian dilakukan 2 tahap yang pertama pembuatan basis gel dan sediaan emulsi serta tahap terakhir, yaitu inkorporasi gel ke dalam emulsi untuk membuat sediaan emulgel. Tahap kedua dilakukan pengujian stabilitas fisik sediaan, yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas. Hasil dari penelitian didapatkan stabilitas fisik F4 emulgel ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) menunjukkan hasil uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskositas yang memenuhi syarat selama 3 siklus. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa F4 dengan konsentrasi HPMC dan karbopol sebesar 3,5 gr dan 1,5 gr menghasilkan formula yang optimum.
Copyrights © 2024