Kestabilan sektor keuangan, terutama dalam industri perbankan sangat penting karena dapat mempengaruhi keberlanjutan dan stabilitas ekonomi di Indonesia. Stabilitas perbankan ditandai dengan kemampuannya menjalankan fungsi sebagai lembaga intermediasi dan tidak mengalami financial distress. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress berdampak pada perusahaan di sektor perbankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif. Metode purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel, yang menghasilkan jumlah sampel sebanyak sembilan bank umum syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio profitabilitas dan aktivitas berpengaruh terhadap financial distress, sementara rasio likuiditas dan solvabilitas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Manajemen bank disarankan untuk terus mengelola keuangan dengan baik agar tidak mengalami penurunan yang dapat menyebabkan ketidakmampuan menyelesaikan masalah keuangan di masa depan.
Copyrights © 2025