Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir matematis siswa tunagrahita dalam menyelesaikan soal matematika pada materi perkalian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa tunagrahita yang terdiri dari tiga orang. Teknik pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling yang didasarkan pada kriteria siswa yang memiliki kelainan mental tunagrahita. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Sementara instrument lainnya yaitu soal matematika yang sudah divalidasi oleh validator. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik think aloud method. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kemampuan berpikir matematis siswa PA dan HI berada pada tingkat kemampuan berpikir rendah, karena belum mampu mengingat fakta atau konsep operasi perkalian yang pernah dipelajarinya. Sementara siswa ZU memiliki kemampuan berpikir matematis pada tingkat sedang, hal ini dikarenakan siswa ZU sudah mampu merepresentasikan masalah/informasi dengan baik serta mampu membuat koneksi konsep antar materi matematika dan memecahkan masalah matematika sederhana.
Copyrights © 2024