Kelapa sawit (Elais Guineensi Jacq) umumnya dibudidayakan di lahan datar atau landai, tetapi juga bisa ditanam di lereng dengan beberapa pertimbangan. Produsi kelapa sawit di lereng yang curam atau sangat curam cenderung lebih rendah dibandingkan dengan lereng yang datar atau landai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil tanaman kelapa sawit pada berbagai topografi pada satu hamparan lahan. Topografi dapat mempengaruhi laju erosi pada lahan pertanian. Tingkat erosi yang tinggi mengangkut lebih banyak hara ke tempat yang lebih rendah sehingga menurunkan produktivitas lahan termasuk lahan pertanaman kelapa sawit. Sifat fisik tanah pada perkebunan kelapa sawit mencakup tekstur, struktur, permeabilitas, dan porositas. Tekstur tanah yang ideal untuk kelapa sawit adalah lempung berpasir dan lempung berdebu, sementara struktur yang baik adalah remah dengan keseimbangan pori dan bahan padat. Permeabilitas tanah yang baik memungkinkan air dan udara meresap ke dalam tanah, sedangkan porositas menentukan jumlah ruang pori dalam tanah yang mempengaruhi ketersediaan air dan udara bagi tanaman.
Copyrights © 2025