Penelitian ini menganalisis peran lingkungan keluarga dan saudara kandung dalam meningkatkan keterampilan sosial anak autis melalui terapi bermain. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap lima keluarga yang memiliki anak autis di Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi keluarga yang hangat dan keterlibatan aktif saudara kandung berpengaruh signifikan terhadap kemampuan anak dalam memulai interaksi, mempertahankan kontak mata, dan merespons isyarat sosial. Terapi bermain yang dilaksanakan dalam konteks keluarga yang mendukung memperkuat ikatan emosional dan membantu anak menggeneralisasi keterampilan sosial ke dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini pentingnya peran keluarga dan saudara kandung sebagai co-terapis dalam intervensi non-klinis.
Copyrights © 2025