Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paparan narasi kecantikan di media sosial dengan standar kecantikan yang diyakini oleh mahasiswi Jurusan Pendidikan Khusus Universitas Negeri Makassar. Fenomena media sosial yang menampilkan sosok ideal perempuan berkulit putih dan bertubuh kurus telah menciptakan standar kecantikan tertentu yang dapat memengaruhi persepsi diri, kepercayaan diri, dan body image perempuan, khususnya mahasiswi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, melibatkan 53 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam, observasi media sosial, dan dokumentasi. Hasil analisis statistik deskriptif dan inferensial menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan narasi kecantikan di media sosial dan standar kecantikan yang diyakini oleh mahasiswi (r = 0.285, p < 0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin sering mahasiswi terpapar konten kecantikan di media sosial, semakin besar kemungkinan mereka mengadopsi standar kecantikan yang sempit, seperti kulit putih dan tubuh langsing. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kesadaran kritis terhadap keberagaman konsep kecantikan melalui pendidikan dan kampanye media yang inklusif.
Copyrights © 2024