Kemajuan teknologi digital dan penggunaan media sosial yang meluas di kalangan remaja membawa tantangan besar terkait dengan keamanan digital dan dampak psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku remaja dalam menjaga keamanan digital, khususnya dalam hal perlindungan data pribadi, penggunaan internet yang bijak, serta pengelolaan dampak psikologis yang timbul dari interaksi di media sosial. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 106 responden yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa berusia 13 hingga 22 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tiga aspek utama: keamanan dan privasi informasi, kesehatan mental dan fisik, serta kesadaran dan pencegahan risiko digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun remaja cukup menyadari pentingnya menjaga privasi dan keamanan di media sosial, praktik perlindungan yang diterapkan masih tergolong rendah, terutama dalam hal berbicara dengan orang tua dan penggunaan aplikasi pemblokiran. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kesadaran dan perilaku, serta pentingnya keterlibatan orang tua dan pendidikan digital yang lebih intensif untuk memperkuat sikap protektif remaja terhadap ancaman di dunia maya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk pengembangan program edukasi dan kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran akan keamanan digital di kalangan remaja.
Copyrights © 2024