Proses fermentasi tempe pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) umumnya masih dilakukan secara manual sehingga sering menimbulkan ketidakkonsistenan suhu dan kelembapan, yang berdampak pada lamanya waktu fermentasi serta kualitas produk yang kurang seragam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mitra IKM Tempe dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas melalui penerapan inkubator fermentasi tempe yang stabil, terjangkau, dan mudah dioperasikan. Inkubator dirancang menyerupai kabinet logam dengan enam tingkat rak tarik yang ergonomis, dilengkapi sembilan lampu pijar sebagai sumber panas dan lima exhaust fan untuk sirkulasi udara, dengan pengoperasian sederhana menggunakan saklar manual. Mitra dilibatkan dalam proses uji coba dan pelatihan penggunaan alat. Hasil pendampingan menunjukkan inkubator mampu menjaga suhu 30–40 °C dan kelembapan 60–70%. Tempe yang dihasilkan memiliki kualitas lebih seragam dari segi tekstur, aroma, dan warna, serta mengurangi risiko kegagalan fermentasi. Dengan alat yang ergonomis dan biaya produksi relatif murah, kegiatan ini dinilai memberikan manfaat nyata bagi mitra IKM, serta mendukung pencapaian SDG 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur).
Copyrights © 2025