Penelitian ini menganalisis ketahanan perbankan syariah Indonesia terhadap gejolak ekonomi global menggunakan pendekatan empiris kuantitatif. Data triwulanan periode 2019-2023 digunakan untuk menguji pengaruh Global Economic Policy Uncertainty (GEPU_ppp), harga minyak dunia, suku bunga The Fed, dan nilai tukar USD/IDR terhadap profitabilitas bank syariah (ROA). Metode regresi linear berganda dengan 20 observasi menunjukkan harga minyak dunia (β = 0,007, p = 0,003) dan nilai tukar rupiah (p = 0,013) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, sementara GEPU_ppp dan FEDFUNDS tidak signifikan. Model regresi simultan signifikan (F = 7,967, p = 0,001) dengan Adjusted R² = 0,595. Temuan mengindikasikan ketahanan bank syariah Indonesia lebih sensitif terhadap gejolak harga komoditas dan nilai tukar dibandingkan ketidakpastian kebijakan global dan suku bunga internasional. Implikasinya, penguatan manajemen risiko komoditas dan nilai tukar menjadi krusial bagi industri perbankan syariah menghadapi ketidakstabilan ekonomi global.
Copyrights © 2025