Pendahuluan: Kecemasan merupakan manifestasi yang sering muncul pada pasien Pneumonia. Kecemasan yang tidak tertangani dengan baik akan berdampak pada kecemasan yang akan meningkatkan hormon epinefrin dalam tubuh karena dapat meningkatkan oksigen dan glukosa ke otak dan otot dengan cara meningkatkan denyut jantung. Sehingga akan memperburuk prognosis pasien yang sedang dirawat. Terapi alternatif sebagai salah satu bentuk intervensi nonfarmakologi diperlukan untuk mengatasi kecemasan yang terjadi pada pasien. Melalui story telling dan healing touch dapat mengontrol epinefrin dan menurunkan kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi masalah kecemasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah Pasien Pneumonia yang dirawat di ruang ICU RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 pasien. Intervensi yang diberikan dalam menurunkan skala kecemasan menggunakan HARS yang diukur sebelum dan sesudah intervensi Healing Touch dan story telling selama 3 kali intervensi. Hasil: Evaluasi intervensi keperawatan teknik sentuhan penyembuhan dan bercerita menunjukkan adanya perubahan pada skala kecemasan. Kesimpulan: Terapi healing Touch dan story telling yang dilakukan dapat menurunkan efek ketegangan. Kulit merupakan organ terkuat yang dapat menerima rangasangan pada tubuh manusia, dan ketika reseptor sensoriknya dirangsang, hormon oksitoksin (yang membuat tubuh merasa lebih baik) dilepaskan dan pada saat yang bersamaan kortisol (hormon stress) berkurang. Kata Kunci : Sentuhan penyembuhan dan bercerita, pneumonia
Copyrights © 2025