Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMANFAATAN VIDEO DIGITAL STORYTELLING DALAM PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI UNTUK PEMEROLEHAN KECAKAPAN INTELEKTUAL SISWA Julianingsih, Denok; Krisnawati, Endang
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 3 No 1 (2019): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2019
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.597 KB)

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan metode digital storytelling dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih nyata. Digital storytelling merupakan suatu metode dengan cara mengemas cerita menjadi bentuk digital. Hal ini sangat membantu siswa yang selama ini menganggap materi trigonometri sulit dan tidak berkesan karena dianggap tidak bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari menjadi lebih bermakna. Dengan memasukkan unsur sejarah yangdikemas dalam bentuk video digital storytelling diharapkan dapat menjadikan pembelajaran lebih menarik, lebih bermakna dan tentunya dapat memperbaiki kecakapan intelektual siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil dan proses pembelajaran dengan menggunakan video digital storytelling pada materi trigonometri. Penelitian ini tergolong kedalam penelitian eksperimen dengan pendekatan desktiptif kualitatif.Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 4 pada kelas X-IPA 1. Berdasarkan hasil dari pemanfaatan video digital storytelling di kelas X-IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 27 orang, didapatkan prestasi belajar siswa yang cukup memuaskan dengan keberhasilan secara individu yang telah mencapai nilai KKM yang telah ditentukan yaitu 80. Dari hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung terlihat sangat baik. Hasil dari pemanfaatan video juga berdampak positif bagi motivasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dari adanya penilaian yang positif melalui angket respon yang diberikan setelah pembelajaran berlangsung terhadap pemanfaatan video digital storytelling ini.
Potential Antagonists Trichoderma viride as Biofungicide, Plant Spacing, and Agricultural Lime Application to Suppress Anthracnose on Chili Tasrif, Arifin; Yuliar, Yuliar; Sulistyowati, Dwiwanti; Krisnawati, Endang; Adirianto, Bayu; Sugiharti, Dwi
Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpti.87342

Abstract

Anthracnose caused by Colletotrichum capsici and C. gloesporium on chili is a disease that can reduce chili yields up to 80%. Control with fungicide has not been able to provide maximum results, because Colletotrichum can spread due to splashing of water, especially in the rainy season. The use of antagonistic fungi against Colletotrichum spp. has been widely published but is still limited to the laboratory and greenhouse scale, while field conditions are unpredictable. This study aims to identify the potency of Trichoderma viride that can be used as a biofungicide to control anthracnose in chili and to determine aspects of agronomic that can reduce the risk of anthracnose in chili. Samples of infected plants of stems, leaves, and fruits were collected from experimental farm of Bogor Agricultural Development Polytechnic. The experiment was conducted using Randomized Complete Design and Randomized Complete Block Design. The percentage of disease intensity of the fungus C capsici and the intensity of anthracnose in chili both under screen house and open fields. While testing the effect of cultivation aspects using different types of fertilizer on plant height, fruit weight, number of fruits, and the percentage of disease intensity of Colletotrichum spp. were analyzed. The results of this study shown that four isolates of fungi have been identified such as Penicillium sp., Aspergillus flavus, T. viride, and C. capsici. In vitro analysis shown the ability of T. viride to suppress the growth of the C. capsici  up to 71%. The fungus T. viride with a density of 7×106 CFU/mL can suppress the development of anthracnose by 59 to 87% under screen house conditions. However, under field conditions, the fungus T. viride was not able to suppress the development of anthracnose. Agronomic aspects such as plant height, number of fruits and production, and productivity of chili were not significantly effect on anthracnose.
PENGARUH NAUNGAN TERHADAP KARAKTER MORFO-FISIOLOGI JAGUNG MANIS Wati, Cheppy; Sulistyowati, Dwiwanti; Krisnawati, Endang; Musyarofah, Neni; Adirianto, Bayu
Agrica Ekstensia Vol 18 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55127/ae.v18i2.230

Abstract

Jagung manis merupakan produk pangan strategis nasional yang berpotensi untuk dikembangkan, namun permasalahan kurangnya lahan garapan. Salah satu cara mengatasinya dengan menanam tanaman jagung sistem pertanaman berganda sebagai tanaman sela di bawah tegakan naungan, upaya ini dilakukan untuk mengefisiensikan pemanfaatan lahan dan meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian telah dilaksanakan pada Juli 2023 sampai November 2023 di Kebun Percobaan Pasir Kuda IPB, Dramaga, Bogor. Penelitian disusun dengan rancangan petak tersarang (Nested Design) dengan petak utama adalah naungan dan anak petak adalah 25 genotip jagung hibrida. Faktor naungan terdiri atas 4 taraf, yaitu 0%, 25%, 50%, dan 75%. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, diameter batang, klorofil a dan b, karotenoid, total klorofil, kerapatan trikoma, panjang dan diameter tongkol, serta bobot tongkol dengan dan tanpa kelobot. Hasil yang diperoleh bahwa penggunaan naungan berpengaruh terhadap karakter morfologi tanaman dan fisiologi. Hasil tanaman jagung manis mengalami penurunan seiring dengan peningkatan persentase naungan. Tanaman jagung lebih toleran pada kondisi lahan dengan intensitas cahaya matahari penuh. Lima genotip jagung manis terbaik lebih toleran pada intensitas cahaya rendah yaitu genotip Eksotik, Paragon, Talenta, Golden Boy, dan F1 SM12-2 x T10-3.
EFEKTIVITAS PENGAPLIKASIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP TINGKAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annuum L.) Wati, Cheppy; Sulistyowati, Dwiwanti; Krisnawati, Endang
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 13 No. 1 (2025): April: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v13i1.6204

Abstract

Curly chili (Capsicum annuum L.) is a horticultural commodity of significant economic value in Indonesia. However, its production frequently encounters challenges due to pests and diseases.This study aims to examine the effectiveness of liquid organic fertilizer (POC) in mitigating pest and disease attacks on curly chili plants. The study was conducted from March to December 2024 at the Experimental Garden of the Department of Agriculture, Bogor Agricultural Development Polytechnic.The experiment employed a nested plot design, incorporating two levels of NPK fertiliser application and three levels of POC doses.The parameters observed encompassed the population of the primary pests, the presence of natural enemies, and the incidence of the predominant diseases. The findings indicated that the application of POC at optimal doses was effective in suppressing pest populations and reducing the incidence of diseases, particularly Cucumber Mosaic Virus (CMV) (10.69%) and Pepper Yellow Leaf Curl Virus (13.97%).Consequently, the study concluded that the application of POC holds considerable potential as an environmentally sustainable alternative in the curly chili cultivation system, thereby reducing reliance on chemical pesticides.
Analisa Praktik Keperawatan Healing Touch Dengan Story Telling Dalam Manajemen Ansietas Pada Pasien Penumonia Di Intensive Care Unit Lubis, Bachtiar Safrudin; Krisnawati, Endang
JURNAL NERS LENTERA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/ners.v13i1.7229

Abstract

Pendahuluan: Kecemasan merupakan manifestasi yang sering muncul pada pasien Pneumonia. Kecemasan yang tidak tertangani dengan baik akan berdampak pada kecemasan yang akan meningkatkan hormon epinefrin dalam tubuh karena dapat meningkatkan oksigen dan glukosa ke otak dan otot dengan cara meningkatkan denyut jantung. Sehingga akan memperburuk prognosis pasien yang sedang dirawat. Terapi alternatif sebagai salah satu bentuk intervensi nonfarmakologi diperlukan untuk mengatasi kecemasan yang terjadi pada pasien. Melalui story telling dan healing touch dapat mengontrol epinefrin dan menurunkan kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi masalah kecemasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Subjek dalam studi kasus ini adalah Pasien Pneumonia yang dirawat di ruang ICU RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 2 pasien. Intervensi yang diberikan dalam menurunkan skala kecemasan menggunakan HARS yang diukur sebelum dan sesudah intervensi Healing Touch dan story telling selama 3 kali intervensi. Hasil: Evaluasi intervensi keperawatan teknik sentuhan penyembuhan dan bercerita menunjukkan adanya perubahan pada skala kecemasan. Kesimpulan: Terapi healing Touch dan story telling yang dilakukan dapat menurunkan efek ketegangan. Kulit merupakan organ terkuat yang dapat menerima rangasangan pada tubuh manusia, dan ketika reseptor sensoriknya dirangsang, hormon oksitoksin (yang membuat tubuh merasa lebih baik) dilepaskan dan pada saat yang bersamaan kortisol (hormon stress) berkurang. Kata Kunci : Sentuhan penyembuhan dan bercerita, pneumonia
Application of Various Biofertilizers on Vegetative Growth in Oil Palm Seedling Krisnawati, Endang; Adirianto, Bayu; Bachtiar, Taufik
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15232

Abstract

Continuous application of inorganic fertilizers has negative effects on the environment such as plants and soil. One of the efforts to reduce the use of inorganic fertilizers is the use of microbes as biological agents. This study aims to examine the effect of biofertilizer applications from brands A, B, C, and D on vegetative growth in oil palm seedling. This research was held at Bogor Agricultural Development Polytechnic. The study was arranged in a completely randomized design (CRD) followed by Duncan's test. The treatments consisted of 4 brands of biofertilizer with 3 doses (10, 20, and 30 mL/L water) and 8 replicates. The results showed that brand A had a significant effect on dry weight at a dose of 20 mL/L water with a dry weight value of 10.43 gram/plant. The highest root length significantly was the application of brand C at a dose of 20 mL/L of water, which was 39.06 cm/plant. However, the highest root volume significantly was fertilizer brand A with a dose of 10 mL/L of water, which was 12 cm3/plant.
Pelatihan Figma untuk Desain Interface SIM Klinik bagi Petugas Rekam Medis Kepanjen Dinda Khalifatulloh, Bhre Diansyah; Krisnawati, Endang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8316

Abstract

Klinik Jaya Kusuma Husada Kepanjen masih mengelola peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis secara manual tanpa modul khusus pada Sistem Informasi Manajemen Klinik (SIM Klinik), sehingga berisiko terjadi keterlambatan, kesalahan pencatatan, dan kehilangan dokumen. Selain itu, petugas rekam medis belum memiliki keterampilan dalam merancang desain antarmuka sistem yang sesuai kebutuhan operasional. Kegiatan pengabdian ini menawarkan solusi melalui pelatihan penggunaan aplikasi Figma untuk mendukung perancangan interface SIM Klinik yang lebih sesuai alur kerja klinik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu sosialisasi konsep dasar Figma, demonstrasi penggunaan tools desain, dan praktik langsung pembuatan desain antarmuka modul peminjaman dan pengembalian berkas rekam medis. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest serta penilaian praktik desain. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 50,00 menjadi 80,00 atau naik sebesar 60%. Peserta juga mampu menghasilkan rancangan interface yang memenuhi prinsip kemudahan penggunaan dan konsistensi tampilan. Dampak kegiatan ini memperkuat kapasitas petugas untuk terlibat aktif dalam pengembangan SIM Klinik serta mendukung kesiapan klinik menuju implementasi sistem rekam medis elektronik secara bertahap.
Peningkatan kompetensi petugas rekam medis dalam analisis indikator pelayanan rawat inap melalui program pemberdayaan Krisnawati, Endang; Maulana, Moh.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37818

Abstract

AbstrakProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petugas rekam medis dalam menganalisis indikator pelayanan rawat inap melalui kegiatan pemberdayaan. Kegiatan dilaksanakan di sebuah klinik tingkat pertama dengan melibatkan tiga orang petugas rekam medis sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyuluhan konsep indikator pelayanan rawat inap (BOR, ALOS, TOI, BTO, dan Grafik Barber Johnson), pelatihan pengolahan data, praktik analisis indikator, serta post-test. Evaluasi peningkatan pengetahuan dilakukan menggunakan perhitungan Normalized Gain (N-gain), sedangkan keterampilan dianalisis melalui lembar observasi checklist. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,79. Skor keterampilan praktik berada pada rentang 9–10 dari skor maksimal 10, yang menunjukkan bahwa peserta telah mampu melakukan perhitungan, analisis, dan interpretasi indikator pelayanan rawat inap dengan baik. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas rekam medis serta mendorong pemanfaatan data rekam medis sebagai sumber informasi manajerial. Pemberdayaan yang berkelanjutan disarankan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun rekomendasi berbasis hasil analisis guna mendukung peningkatan mutu pelayanan rawat inap. Kata kunci: pemberdayaan; rekam medis; indikator pelayanan rawat inap; N-Gain. AbstractThis community service program aimed to enhance the competence of medical record officers in analyzing inpatient service indicators through an empowerment program. The activity was conducted at a primary health care clinic and involved three medical record officers as participants. The methods included a pre-test, counseling on the concepts of inpatient service indicators (BOR, ALOS, TOI, BTO, and the Barber Johnson Graph), data processing training, practical indicator analysis, and a post-test. Knowledge improvement was evaluated using the Normalized Gain (N-gain) method, while skills were assessed using an observation checklist. The results showed that all participants achieved a high level of improvement, with an average N-gain value of 0.79. Practical skill scores ranged from 9 to 10 out of a maximum of 10, indicating that participants were able to correctly calculate, analyze, and interpret inpatient service indicators. This program proved effective in improving both knowledge and technical skills of medical record officers and in promoting the use of medical record data as a source of managerial information. Continuous empowerment programs are recommended to strengthen the ability of officers to formulate analysis-based recommendations in order to support the improvement of inpatient service quality. Keywords: empowerment; medical record; inpatient service indicators; N-Gain.
Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo sebagai Tanaman Sela pada Pengurangan Dosis Pupuk Kimia dengan Aplikasi Pupuk Hayati di Lahan Kering Purboningtyas, Titis Pury; Adirianto, Bayu; Hartono, Rudi; Krisnawati, Endang; Bachtiar, Taufiq
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2201

Abstract

Padi gogo merupakan komoditas strategis untuk mendukung ketahanan pangan di lahan kering, namun produktivitasnya sering terhambat oleh keterbatasan unsur hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respon pertumbuhan dan hasil dua varietas padi gogo sebagai tanaman sela terhadap optimasi pupuk kimia yang dikombinasikan dengan pupuk hayati di Kabupaten Muaro Jambi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK pola faktorial dengan dua factor: varietas (Inpado Agritan dan Kukubalam) dan lima taraf pemupukan (P1=kontrol 100% kimia; P2= kombinasi pupuk kimia dosis 75%+pupuk hayati; P3= kombinasi pupuk kimia dosis 50%+pupuk hayati; P4= kombinasi pupuk kimia dosis 25%+pupuk hayati). Hasil penelitian menunjukkan varietas barpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah malai, dan jumlah bulir per malai. Varietas local Kukubalam memiliki postur lebih tinggi dan bulir lebih banyak, sementara Inpago Agritan menunjukkan efisiensi pembentukan malai yang lebih baik. Penggunaan pupuk hayati secara signifikan mampu menggantikan pengurangan pupuk kimia hingga 75% tanpa menurunkan performa vegetatif dan komponen hasil. Perlakuan kombinasi pupuk hayati dengan 25% dosis kimia mampu menghasilkan pertumbuhan dan jumlah bulir yang setara dengan dosis penuh 100% kimia. Hal ini membuktikan bahwa pupuk hayati meningkatkan efisiensi pemupukan melalui perbaikan ketersediaan hara biologis dan kesehatan rizosfer. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi pupuk hayati dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik sekaligus menjaga stabilitas hasil padi gogo di lahan kering.