Stabilisasi lereng dan konstruksi dinding penahan tanah merupakan bagian penting dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pada wilayah perbukitan dan daerah rawan longsor. Salah satu teknologi yang semakin berkembang dalam bidang ini adalah soil nailing, yaitu teknik perkuatan tanah dengan pemasangan batang baja tulangan (nail) yang ditanam ke dalam tanah dan dikombinasikan dengan facing beton semprot (shotcrete). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem dinding penahan tanah berbasis soil nailing menggunakan simulasi numerik berbasis elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Model simulasi dilakukan pada berbagai kondisi geoteknik, seperti variasi jenis tanah, panjang dan kemiringan paku tanah, serta tinggi lereng. Parameter yang dianalisis meliputi faktor keamanan (FS), deformasi lateral, dan tegangan maksimum pada paku tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi optimal dapat meningkatkan FS hingga 1,65 dibandingkan struktur konvensional. Selain itu, teknologi soil nailing terbukti efektif dalam mengurangi deformasi lereng dan distribusi tegangan berlebih. Studi ini memberikan kontribusi penting dalam perencanaan dinding penahan modern yang efisien dan adaptif terhadap kondisi tanah dan beban dinamis
Copyrights © 2025