Pendidikan inklusif menekankan pentingnya akses setara bagi seluruh siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK) seperti tunadaksa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pengajaran dan tantangan yang dihadapi guru pendamping dalam mendukung siswa tunadaksa di SMP 24 Surakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pendekatan individual, variasi metode seperti hafalan dan praktik langsung, serta kolaborasi dengan orang tua dan tenaga profesional. Tantangan utama meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan khusus, kompleksitas kebutuhan siswa, serta kendala eksternal seperti kondisi ekonomi keluarga. Pembahasan menyoroti pentingnya peran guru sebagai fasilitator dan motivator dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan suportif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi guru, pengadaan fasilitas pendukung, serta penguatan kolaborasi lintas pihak untuk mendukung keberhasilan pendidikan inklusif. Temuan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan dan praktik inklusi di sekolah umum.
Copyrights © 2025