Latar belakang: Aspirasi benda asing ialah masuknya benda yang berasal dari luar atau dalam tubuh, ke saluran trakeobronkial. Aspirasi benda asing saluran trakeobronkial merupakan keadaan darurat yang memerlukan tindakan bronkoskopi segera untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Tujuan: Mengidentifkasi karakteristik migrasi benda asing pada pasien aspirasi benda asing saluran trakeobronkial di bagian Telinga Hidung Tenggorok – Bedah Kepala Leher (T.H.T.K.L) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/ Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar Malang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan odds ratio. Sampel penelitian ini diambil dari data rekam medis pasien aspirasi benda asing pada saluran trakeobronkial di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar Malang periode Januari 2014 - Desember 2020. Hasil: Didapatkan 50 pasien dengan riwayat teraspirasi benda asing di saluran trakeobronkial. Dijumpai 16 orang laki-laki dan 34 orang perempuan dengan perbandingan 1:2,1, di mana sebanyak 11 pasien usia dibawah 8 tahun merupakan kelompok penderita yang mengalami migrasi beda asing pada kasus aspirasi benda asing ini. Benda asing yang paling banyak ditemukan adalah jarum pentul sebanyak 25 kasus, serta kacang sebanyak 6 kasus. Kesimpulan: kelompok pasien dengan aspirasi benda asing di bawah usia 8 tahun memiliki resiko lebih tinggi untuk terjadinya migrasi benda asing dibanding dengan kelompok usia diatas 8 tahun. Aspirasi benda asing di saluran trakeobronkial sering terjadi pada anak-anak yang berusia kurang dari 15 tahun. Benda asing terbanyak adalah anorganik berupa jarum pentul. Pemeriksaan radiologi paru dalam 24 jam pertama setelah kejadian aspirasi pada umumnya menunjukkan gambaran normal. Lokasi benda asing di saluran trakeobronkial terbanyak pada penelitian ini adalah di trakea.
Copyrights © 2023