Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas implementasi budaya BAKU (Baik dan Kuat) dalam terapi mindfulness Islami sebagai alternatif penanggulangan kecemasan dan depresi di kalangan generasi muda Muslim, khususnya di lingkungan Daarut Tauhiid Bandung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya prevalensi gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi, di kalangan remaja Indonesia, yang diperparah oleh tekanan era digital dan minimnya intervensi berbasis nilai agama dan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan generasi muda Muslim yang aktif secara digital dan rutin mengikuti kegiatan keagamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman semi terstruktur, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya BAKU dalam praktik mindfulness Islami mampu meningkatkan resiliensi, kesejahteraan psikologis, dan kemampuan pengelolaan emosi generasi muda. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dan diterima karena selaras dengan nilai spiritual dan budaya yang dianut. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program kesehatan mental berbasis mindfulness Islami dan budaya lokal sebagai solusi preventif dan kuratif yang efektif untuk generasi muda Muslim di era digital.
Copyrights © 2025