Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-efficacy matematis dan prestasi belajar matematika siswa SMA Negeri 11 Makassar. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya capaian matematika siswa Indonesia berdasarkan PISA 2022 yang menegaskan pentingnya faktor afektif dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain survei. Sampel terdiri dari 40 siswa kelas XI yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner self-efficacy matematis berbasis indikator Bandura dan nilai ujian matematika, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy matematis dan prestasi belajar matematika. Secara teoretis, temuan ini memperkuat Social Cognitive Theory Bandura, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi agar guru meningkatkan self-efficacy siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna, umpan balik positif, dan pengelolaan kecemasan matematika. Keterbatasan penelitian terletak pada sampel yang kecil dan cakupan terbatas, sehingga disarankan penelitian lanjutan memperluas populasi, menambahkan variabel mediasi, dan menggunakan analisis yang lebih komprehensif seperti SEM.
Copyrights © 2025