Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Miskonsepsi Mahasiswa pada Materi Ekponen ditinjau dari Gaya Kognitif Abdurahman Hamid
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1539

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan miskonsepsi eksponen yang dialami mahasiswa S1 pendidikan matematika berdasarkan gaya kognitif. Lokasi penelitian di Jurusan Matematika FMIPA UNM. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara. Tes GEFT diberikan untuk membedakan gaya kognitif siswa dan tes diagnostik diberikan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa. Berdasarkan hasil tes, dipilih 1 subjek yang mengalami miskonsepsi dengan gaya field dependen dan satu lagi siswa yang mengalami miskonsepsi field dependen. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) subjek field dependen mengalami miskonsepsi dalam menjelaskan kembali konsep, memberikan contoh dan bukan contoh konsep, mengklasifikasikan objek berdasarkan ciri-ciri konsep, mengembangkan kondisi yang diperlukan dan memadai, serta menerapkan konsep atau algoritma dalam permasalahan. menyelesaikan kemudian merepresentasikan konsep dalam berbagai representasi matematika 2) subjek yang mandiri di lapangan mengalami miskonsepsi dalam memberikan contoh dan bukan contoh konsep, mengklasifikasikan objek berdasarkan ciri-ciri konsep, dan mengembangkan kondisi yang diperlukan dan memadai. 3) Penyebab terjadinya miskonsepsi pada mata pelajaran adalah siswa tidak memahami definisi formal yang diberikan guru sehingga siswa tidak dapat menjelaskan kembali apa yang dipahaminya dengan baik, selalu memilih cara yang mudah dan praktis tanpa pemahaman konsep, makna kata dan bahasa yang digunakan dalam menjelaskan konsep, kemudian karakteristik individu dalam mengolah informasi seperti gaya kognitif, gaya belajar, kemampuan matematika, dan lain-lain
PKM Pelatihan Pengembangan Modul P5 IKM Terintegrasi STEAM Sub Elemen Terapan Teknologi Asdar Asdar; Sahlan Sidjara; Abdurahman Hamid
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.4775

Abstract

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dilaksanakan kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan, Mitra dalam kegiatan PKM ini merupakan guru-guru pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika di Kabupaten Jeneponto. Tujuan kegiatan ini adalah untuk: a) Meningkatkan pengetahuan terkait dengan P5 IKM Terintegrasi STEAM b) Melatih mitra terkait dengan pengembangan modul P5 IKM terintegrasi STEAM. Metode pelaksanaan yaitu dengan diskusi, ceramah dan workhop. Kegiatan ini dilaksanakan kepada kelompok mitra yang berjumlah 14 orang dan selanjutnya evaluasi dan monitoring dilakukan secara berkala selama 3 bulan Luaran yang diperoleh adalah: 1) Peningkatan pengetahuan mitra terkait dengan P5 IKM Terintegrasi STEAM; 2) Mitra mampu mengembangkan modul P5 IKM terintegrasi STEAM.
Pelatihan Pembuatan Penelitian Tindakan Kelas pada Guru-Guru SD Negeri Inpres Hartaco Indah Abdurahman Hamid; Ahyani Mirah Liyani; Muhammad Syarifuddin Rahman; Ayu Rahayu
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.5873

Abstract

Tujuan dari penelitian tindakan kelas, atau PTK, adalah untuk memecahkan masalah-masalah kemasyarakatan. PTK dilaksanakan dengan terlebih dahulu melakukan analisis metodis terhadap permasalahan tersebut. Temuan penelitian tersebut kemudian dijadikan landasan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Observasi dan evaluasi dilakukan selama fase implementasi rencana yang telah ditetapkan, dan hasilnya digunakan sebagai dasar refleksi atas peristiwa yang terjadi selama fase ini. Rencana aksi selanjutnya kemudian diperbaiki dan disempurnakan berdasarkan hasil proses refleksi ini. Langkah-langkah di atas diulangi dan dilanjutkan hingga mencapai tingkat keberhasilan tertentu. Tujuan kegiatan pengabdian adalah agar masyarakat memahami apa itu PTK, cara kerja, dan cara pelaksanaannya sehingga dapat mereka lakukan sendiri. Guru di SD Negeri Inpres Hartaco Indah menjadi sasarannya. Metode ceramah, pendekatan tanya jawab, dan metode contoh merupakan teknik yang digunakan. Dengan adanya program ini, diharapkan para guru dapat lebih memahami PTK, mulai dari apa itu PTK, cara kerjanya, serta cara membuat dan memanfaatkannya.
Mastery Conceptual and Procedural Students in Solving Dimension Three Based of Polya’s Phase in Terms of The Early Ability Matematics Students Hamid, Abdurahman; Mirah Liani, Ahyani
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 7 No 2 (2024): Equals: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v7i2.2455

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penguasaan konsep dan prosedural dalam menyelesaikan masalah pada materi tiga dimensi berdasarkan tahap Polya ditinjau dari tingkat kemampuan awal matematika siswa. Penelitian dilakukan di SMAN 11 Makassar pada siswa kelas XI MIA 6. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan awal, tes pemecahan masalah dimensi tiga, dan wawancara. Dari tes kemampuan awal terhadap 36 siswa, diperoleh 7 siswa dengan kemampuan awal tinggi, dan dipilih 2 siswa di antaranya yang memiliki skor tertinggi sebagai subjek. Selain itu, 16 siswa dikategorikan memiliki kemampuan awal sedang, dan dipilih 2 siswa di antaranya dengan skor tertinggi sebagai subjek. Keempat subjek tersebut diberikan tes pemecahan masalah dimensi tiga dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: Profil siswa dengan kemampuan matematika tinggi berdasarkan langkah-langkah Polya lebih familiar dengan konsep Polya secara konseptual. Siswa dapat menerapkan strategi-strategi penyelesaian masalah dengan menggunakan kemampuan berdasarkan ketepatan dalam menghubungkan konsep simbol dan mengoperasikan simbol untuk menemukan solusi dari masalah yang diberikan. Siswa yang memiliki kemampuan sesuai langkah Polya hanya sampai pada tahap memahami. Sedangkan siswa yang tidak mengikuti langkah Polya secara matematis masih memiliki keterbatasan dalam menggunakan konsep yang diperlukan, sehingga kedua subjek masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Siswa menerapkan strategi penyelesaian berdasarkan kemampuan ketepatan dalam menghubungkan simbol dan mengoperasikan simbol tersebut untuk menemukan solusi dari masalah yang diberikan. Konsep dan prosedur pada subjek juga perlu disempurnakan. Profil prosedural siswa dengan kemampuan tinggi menunjukkan kesesuaian dengan tahap Polya tanpa adanya kesalahan prosedural, berbeda dengan siswa yang memiliki kemampuan sedang sesuai langkah Polya, yang menunjukkan adanya kesalahan pada dua langkah prosedural.
EKSPLORASI STRATEGI METAKOGNITIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA Liani, Ahyani Mirah; Hamid, Abdurahman; Abidin, Muhammad Rais
JUPIKA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jupika.v8i1.5404

Abstract

 This study aims to explore the impact of applying metacognitive strategies on students' critical thinking abilities in mathematics learning. Through a quasi-experimental design with experimental and control groups, the research involved eleventh-grade students from a secondary school in Pandeglang. Data collection methods included tests on mathematical critical thinking abilities, students' critical dispositions, and cognitive development tests using the Test of Logical Thinking (TOLT) developed by Tobin & Capie. The data were analyzed using SPSS 22.0 for Windows software. The results of the study indicate that the metacognitive approach significantly enhances students' critical thinking abilities compared to the expository approach. N-gain analysis shows a positive difference, especially in the concrete cognitive development stage. Hypothesis testing results confirm that metacognitive learning has a more positive impact on students' mathematical critical thinking abilities. With these findings, the research contributes significantly to understanding the role of metacognitive strategies in improving mathematical learning outcomes. Recommendations involve further integration of the metacognitive approach as a primary alternative in classrooms, diversification of mathematical lesson materials, and further research considering more detailed contextual variables. The implications of this research support the development of more effective and outcome-oriented pedagogy in mathematics education at the secondary level.
The application of a method of walking galery students to promote entrepreneurship Hamid, Abdurahman
Pinisi Business Administration Review Volume 7 Nomor 1, March 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pbar.v7i1.70995

Abstract

The objective of this investigation is to elucidate the process of utilizing the Walking Gallery method to cultivate entrepreneurial qualities. There is still a need for development in the implementation of an entrepreneurial spirit or character, particularly in the learning process. This research focuses on qualitative descriptive analysis with subjects purposively recruited from groups of students enrolled in entrepreneurship courses. Sixteen students from the Mathematics Education Study Program at the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Makassar State University participated in research during the even semester of the 2024/2025 academic year. Data acquired by observational methodology. The research findings were qualitatively examined, revealing that the Walking Gallery technique enhances students' entrepreneurial spirit. The Walking Gallery technique helps students develop entrepreneurial qualities including commitment, optimism, self-assurance, and the capacity to spot opportunities. The utilization of these characters has been delineated in a publication at an entrepreneurial exhibition.
Deskripsi Kesalahan Pengoperasian Bentuk Aljabar Berdasarkan Gaya Belajar Auditorial Hamid, Abdurrahman; Asmaun, Asmaun; Rahman, Muhammad Syarifuddin
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025): Innovasi dalam Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i2.5590

Abstract

The present research is a descriptive study employing a qualitative technique, aimed at elucidating the misconceptions regarding the operation of algebraic expressions based on auditory learning styles. This study aims to discover and examine the misconceptions encountered by students with auditory learning styles in comprehending mathematical ideas. The participants in this study were eighth-grade students from class VIII-A of a junior high school with an auditory learning style. The data's validity in this study was established by temporal triangulation procedures to assure the consistency and reliability of the findings. The study utilized a learning style assessment to evaluate students' preferences and a concept comprehension test using a Confidence Rating Index (CRI) to thoroughly identify students' misconceptions. The study's results showed that the research subjects coded YTA experienced various misconceptions about classifying objects according to certain properties according to their concepts, simplifying algebraic forms in various forms of mathematical representation, using and utilizing and selecting certain procedures or operations, and applying concepts or algorithms in problem solving. In addition, the subjects also experienced obstacles in applying concepts or algorithms to solve mathematical problems systematically. According to these findings, students' conceptual understanding of algebraic topics may be influenced by their auditory learning styles, particularly when integrating auditory representations with symbolic notions. Consequently, enhanced adaptive learning tactics are required, including the utilization of audio media to assist students with auditorial learning preferences in comprehending mathematical concepts more effectively and reducing the likelihood of misconceptions
Mengoptimalisasi Kompetensi Strategis Siswa Melalui Pemanfaatan Geogebra dan Disposisi Produktif: Meningkatkan Pembelajaran Matematika di Era Digital Syarifuddin Rahman, Muhammad; Hamid, Abdurahman; Asmaun, Asmaun
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025): Innovasi dalam Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i2.5601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan secara parsial maupun bersama antara pemanfatan geogebra dan disposisi produktif dengan komptensi strategis siswa. Pemanfaatan geogebra adalah suatu kegiatan guru kepada siswa dalam melaksanakan dan mengelola pembelajaran yang memanfaatkan geogebra sebagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Disposisi produktif merupakan karakteristik seseorang yang mendorong untuk berpikir dan bertindak dengan cara tertentu dalam menyelesaikan masalah. Kompetesi strategis merupakan kemampuan siswa dalam mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi startegi dalam memahami, merepresentasikan dan menyelesaikan masalah yang diperoleh melalui proses belajar matematika. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey dan teknik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang berjumlah 240 siswa. Sedangkan banyak siswa yang tergolong pada sampel penelitian berjumlah 150 siswa. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu angket pemanfaaan media geogebra, angket disposisi produktif, tes kompetensi strategis. Teknik analis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis uji prasyarat dan analisis uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan beberapa hal yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemanfaatan geogebra dengan kompetensi strategis siswa SMA, terdapat hubungan positif yang signifikan antara disposisi produktif dengan kompetensi strategis siswa SMA, serta tidak terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara pemanfaatan geogebra dan disposisi produktif dengan kompetensi strategsi siswa. Dalam hal ini, diperlukan integrasi yang efektif dalam pembelajaran matematika yaitu GeoGebra digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan strategi penyelesaian masalah dan disposisi produktif mendukung eksplorasi serta refleksi yang lebih mendalam terkait caa menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Pengembangan Produk Macaron dengan Cita Rasa Kopi sebagai Komoditas Unggulan dengan Gaya Milenial Abdurahman Hamid Rahman; Asmaun Asmaun; Muhammad Syarifuddin Rahman; Agusalim Juhari; Syarifuddin Syarifuddin
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1234

Abstract

Di era modern, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki semangat kewirausahaan yang kuat. Inovasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi dengan menciptakan peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) hadir sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan wirausaha melalui inovasi berbasis potensi lokal. Salah satu peluang usaha yang potensial adalah inovasi macaron berbahan dasar kopi, yang masih terbatas penggunaannya dalam produk konvensional. PopCrunch dikembangkan sebagai solusi inovatif dengan berbagai varian rasa khas, kemasan menarik, dan strategi pemasaran digital yang menyasar generasi muda. Artikel ini membahas bagaimana inovasi kopi dapat menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui PKKM, serta menganalisis peluang bisnisnya untuk memberikan inspirasi bagi mahasiswa dalam membangun usaha kecil dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
Mastery Conceptual and Procedural Students in Solving Dimension Three Based of Polya’s Phase in Terms of The Early Ability Matematics Students Hamid, Abdurahman; Mirah Liani, Ahyani
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2024): Equals: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v7i2.2455

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penguasaan konsep dan prosedural dalam menyelesaikan masalah pada materi tiga dimensi berdasarkan tahap Polya ditinjau dari tingkat kemampuan awal matematika siswa. Penelitian dilakukan di SMAN 11 Makassar pada siswa kelas XI MIA 6. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan awal, tes pemecahan masalah dimensi tiga, dan wawancara. Dari tes kemampuan awal terhadap 36 siswa, diperoleh 7 siswa dengan kemampuan awal tinggi, dan dipilih 2 siswa di antaranya yang memiliki skor tertinggi sebagai subjek. Selain itu, 16 siswa dikategorikan memiliki kemampuan awal sedang, dan dipilih 2 siswa di antaranya dengan skor tertinggi sebagai subjek. Keempat subjek tersebut diberikan tes pemecahan masalah dimensi tiga dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: Profil siswa dengan kemampuan matematika tinggi berdasarkan langkah-langkah Polya lebih familiar dengan konsep Polya secara konseptual. Siswa dapat menerapkan strategi-strategi penyelesaian masalah dengan menggunakan kemampuan berdasarkan ketepatan dalam menghubungkan konsep simbol dan mengoperasikan simbol untuk menemukan solusi dari masalah yang diberikan. Siswa yang memiliki kemampuan sesuai langkah Polya hanya sampai pada tahap memahami. Sedangkan siswa yang tidak mengikuti langkah Polya secara matematis masih memiliki keterbatasan dalam menggunakan konsep yang diperlukan, sehingga kedua subjek masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Siswa menerapkan strategi penyelesaian berdasarkan kemampuan ketepatan dalam menghubungkan simbol dan mengoperasikan simbol tersebut untuk menemukan solusi dari masalah yang diberikan. Konsep dan prosedur pada subjek juga perlu disempurnakan. Profil prosedural siswa dengan kemampuan tinggi menunjukkan kesesuaian dengan tahap Polya tanpa adanya kesalahan prosedural, berbeda dengan siswa yang memiliki kemampuan sedang sesuai langkah Polya, yang menunjukkan adanya kesalahan pada dua langkah prosedural.