Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi oleh wirausaha perempuan dalam menyeimbangkan kehidupan kerja dan keluarga, serta dampak stereotip gender terhadap produktivitas mereka. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan tiga informan perempuan yang menjalankan peran ganda sebagai pekerja dan pengurus rumah tangga di wilayah Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan dalam mengelola waktu dan energi antara pekerjaan dan keluarga menjadi tantangan utama yang dialami oleh para informan. Mereka mencoba berbagai strategi, seperti membuat jadwal ketat dan meminta dukungan keluarga, namun tetap merasa kesulitan menghadapinya. Stereotip gender juga mempengaruhi persepsi orang terhadap kemampuan mereka, dengan beberapa informan mengungkapkan bahwa stereotip negatif mengenai perempuan sebagai pemimpin mempengaruhi cara mereka diperlakukan di tempat kerja atau dalam menjalankan usaha. Selain itu, konflik peran antara pekerjaan dan keluarga juga menambah tekanan yang mereka rasakan, yang berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas mereka. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial, kebijakan organisasi yang inklusif, serta fleksibilitas waktu sangat penting dalam membantu perempuan mencapai keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Perubahan sosial yang mendukung kesetaraan gender juga diperlukan untuk mengurangi hambatan-hambatan yang dihadapi perempuan, sehingga mereka dapat berkontribusi secara maksimal baik di rumah maupun di tempat kerja.Kata kunci : Stereotip Gender, Keseimbangan Kehidupan Kerja, Produktivitas Perempuan
Copyrights © 2024