Fear of Missing Out (FoMO) merupakan fenomena sosial yang semakin menonjol di era digital, terutama di kalangan mahasiswa yang termasuk generasi Z. FoMO muncul sebagai dorongan untuk selalu terhubung, memperoleh informasi terbaru, dan mempertahankan eksistensi di lingkungan daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena FoMO pada mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang serta mengidentifikasi dampak positif dan negatifnya terhadap perilaku komunikasi, interaksi sosial, dan representasi diri di media sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melibatkan sembilan informan yang dipilih secara purposif berdasarkan tingkat FoMO tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman untuk menemukan pola pengalaman subjektif mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan FoMO memiliki intensitas dan durasi penggunaan media sosial yang tinggi, dengan frekuensi 27–55 kali per hari dan durasi 6–10 jam. FoMO memengaruhi pola komunikasi digital, termasuk kebiasaan mengunggah konten, mengikuti tren viral, serta membangun citra diri daring. Dampak positif FoMO terlihat pada meningkatnya keterhubungan sosial, motivasi berpartisipasi, dan perluasan jaringan informasi, sedangkan dampak negatif mencakup kecemasan, tekanan sosial, penurunan konsentrasi belajar, dan perilaku konsumtif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FoMO mencerminkan interaksi antara kebutuhan dan efek media sebagaimana dijelaskan teori Uses and Effects, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pengembangan literasi digital agar mahasiswa dapat lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial.
Copyrights © 2025