Permasalahan kebersihan air di Kota Palembang, khususnya Sungai Bayas, masih serius karena berdampak pada kesehatan, ekosistem, dan banjir akibat sampah serta eceng gondok. Dinas PUPR Kota Palembang berperan melalui sosialisasi, namun efektivitasnya terkendala rendahnya partisipasi masyarakat, keterbatasan metode komunikasi, dan perilaku membuang sampah yang sulit diubah. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi komunikasi tim sosialisasi Dinas PUPR serta hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi pada tim sosialisasi dan masyarakat sekitar Sungai Bayas 10 Ilir. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data dengan teori Elaboration Likelihood Theory (ELT). Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi dilakukan lewat tatap muka, media sosial, spanduk, penyuluhan, gotong royong, dan edukasi di sekolah, serta kolaborasi lintas lembaga. Hambatan utama adalah rendahnya kesadaran warga, keterbatasan sumber daya, dan kebiasaan membuang sampah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi komunikasi pemerintah dalam menjaga kebersihan air dan pengendalian banjir di Palembang.
Copyrights © 2025