Konflik dalam lingkungan kerja merupakan bagian alami dari dinamika organisasi, khususnya di bidang pemasaran yang memiliki ritme kerja cepat dan interaksi intensif. PT. Thamrin Brothers Bangau Palembang, sebagai salah satu dealer resmi Yamaha, dihadapkan pada berbagai situasi kerja yang rentan menimbulkan konflik, seperti perbedaan target, tekanan pencapaian, serta koordinasi antardivisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan oleh manajemen dalam menyelesaikan konflik melalui pendekatan komunikasi interpersonal, serta mengidentifikasi hambatan yang terjadi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari Supervisor/PIC dan Sales/Marketing Executive yang terlibat langsung dalam proses komunikasi dan penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen menerapkan strategi komunikasi yang bersifat dua arah, terbuka, dan partisipatif, seperti mediasi informal, diskusi tim, serta klarifikasi tugas yang terstruktur. Pendekatan ini mampu mengurangi ketegangan di antara anggota tim dan mendorong terciptanya suasana kerja yang lebih kondusif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal berperan penting dalam penyelesaian konflik di lingkungan kerja, terutama pada sektor pemasaran. Efektivitas strategi yang dijalankan sangat bergantung pada kemampuan mendengarkan, sikap empatik, serta kesediaan semua pihak untuk membangun komunikasi yang terbuka dan setara.
Copyrights © 2025